Langsung ke konten utama

Tugas Kelompok Kemuhammadiyahan

 

 

Kemuhammadiyahan
Kelompok 8

Nama Anggota :
1 Dhiva Alfath Al Dhani 2109010042
2. Andhika Reyfadillah Septiana 2109010036
3 Ibnu Hudzaifah Hanief 2109010051
4 Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa 2109010001

Wawancara Pimpinan Cabang Kembaran Drs.H. Latifudin Nur

Muhammadiyah: Perjalanan Komitmen dan Perjuangan

Menjadi anggota Muhammadiyah telah membentuk hidup saya dalam banyak hal, terutama melalui keterlibatan saya dalam mengajar di SMA Muhammadiyah di Purwokerto. Namun, perjalanan saya di Muhammadiyah jauh melampaui dinding kelas. Semuanya berawal pada tahun 1985 ketika saya bergabung dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) cabang IPS. Sedikit yang saya tahu bahwa langkah ini akan menjadi katalis untuk komitmen seumur hidup pada organisasi.

Dari tahun 1986 sampai 1989, saya mendapat kehormatan untuk menjabat sebagai Pemimpin Cabang IMM di Banyumas. Peran ini memungkinkan saya untuk secara aktif terlibat dengan sesama anggota dan berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan organisasi. Pengalaman yang saya peroleh selama periode ini meletakkan dasar yang kuat untuk keterlibatan saya di masa depan di Muhammadiyah.

Pada tahun 1989, saya mengikuti Musyawarah Makassar (Mukhtamar), sebuah peristiwa penting yang mempertemukan anggota Muhammadiyah dari seluruh negeri. Silaturahmi ini menjadi ajang untuk berdiskusi dan bermusyawarah tentang berbagai hal yang berkaitan dengan tujuan dan aspirasi organisasi. Mukhtamar memberi saya wawasan berharga tentang visi Muhammadiyah yang lebih luas dan menginspirasi saya untuk melanjutkan perjalanan pengabdian saya.

Pada tahun 1992, saya mendapat kehormatan mengikuti Muktamar Muhammadiyah di Purwokerto (Mukhtamar IMM Purwokerto). Acara ini tidak hanya menegaskan kembali dedikasi saya kepada Muhammadiyah tetapi juga memungkinkan saya untuk terlibat dengan orang-orang yang berpikiran sama dan bertukar pikiran tentang bagaimana kami dapat berkontribusi untuk perbaikan komunitas kami.

Komitmen saya untuk Muhammadiyah melampaui tahun-tahun mahasiswa karena saya aktif terlibat dalam sayap pemuda organisasi. Sebagai anggota Pengurus Pemuda Muhammadiyah, saya fokus untuk membina para pemimpin muda di komunitas kami. Melalui berbagai program dan inisiatif pelatihan, kami bertujuan untuk memberdayakan kaum muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Seiring berjalannya hidup dan saya memulai keluarga saya sendiri, saya melanjutkan keterlibatan saya dengan Muhammadiyah dengan menjabat sebagai Bendahara Panitia Cabang Muhammadiyah (PCM). Posisi ini memungkinkan saya untuk berkontribusi pada pengelolaan keuangan komite, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam operasi kami.

Pada Agustus 2023, saya mendapat kehormatan untuk menjabat sebagai Ketua Panitia Musyawarah Cabang (Musycab) Kembaran. Tanggung jawab ini termasuk mengkoordinasikan dan mengawasi kelancaran pelaksanaan acara, yang bertujuan untuk mengumpulkan anggota Muhammadiyah dari kecamatan Kembaran Purwokerto.

Muhammadiyah sebagai organisasi berusaha mewujudkan masyarakat Islam yang otentik melalui dedikasi dan perjuangannya yang tiada henti. Meskipun tujuan Muhammadiyah bukanlah untuk mendirikan negara Islam, namun fokusnya terletak pada pembentukan komunitas Muslim yang taat. Dengan menumbuh kembangkan keimanan yang kuat, mengedepankan nilai-nilai keislaman, dan aktif terlibat dengan masyarakat, Muhammadiyah berupaya memberikan kontribusi bagi kemajuan umat Islam secara luas.

Pengurus Daerah Kembaran (PCM Kembaran) merupakan bagian integral dari Muhammadiyah yang meliputi kecamatan Kembaran Purwokerto. Dengan enam cabangnya, PCM Kembaran bekerja tanpa lelah untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat, menyediakan layanan pendidikan, sosial, dan keagamaan untuk melayani populasi yang beragam.

Pendekatan Muhammadiyah untuk mengatasi perbedaan masyarakat berakar pada prinsip "sami'na wa atha'na" – mendengarkan dan mematuhi pusat.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story King Motorcycle Community.

King Motorcycle Community (Komunitas motor king) P ada saat hari Minggu setelah lebaran, kami ke Kemranjen, dan bertemu dengan saudara yang bernama Saiful seorang mantan anggota   komunitas motor king dan dia bercerita, dan perlu Saya ceritakan kepada para pembaca. Ia bercerita bahwa komunitas motor tidak selalu buruk. Ini cerita yang saya ingat. Saiful meminta izin kepada orang tuanya untuk mengikuti komunitas motor king, tetapi dengan syarat untuk makan, dia yang cari sendiri dan jangan lupa untuk beribadah. Saiful membawa tiga pakaian, yang pertama untuk dipakai, yang kedua untuk beribadah, yang ketiga jika kotor dia bersihkan. Pernah suatu saat motornya mogok lalu di tolong oleh perempuan yang penampilannya mungkin kurang baik, motornya di dorong dengan kaki sambil meunggangi motor, istilahnya di step. Pada saat waktu salat wanita tersebut menawarkan untuk istirahat, walaupun penampilanya seperti itu tetapi masih menawarkan untuk ibadah. Pengalaman selanj...

Seminar fo Research Proposal

  Revisi Name    : Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa NIM      : 2109010001 Title: Heroism in Silence: Analyzing Character and Narrative in Resistance (2020) BAB I: INTRODUCTION 1.1 Background of the Study The film Resistance (2020), directed by Jonathan Jakubowicz, explores the concept of silent heroism during World War II. Set against the historical backdrop of Nazi-occupied France, the film tells the story of Marcel Marceau, a mime artist who helped save the lives of Jewish children. Through the subtle acts of bravery and humanity displayed by Marceau, the film sheds light on the quiet but powerful ways in which individuals resisted oppression. This study examines the heroic qualities portrayed by Marceau and other characters, focusing on how silence, resilience, and personal sacrifice contribute to the theme of heroism. In literature and film studies, heroism has traditionally been represented through grand gestures or epic ta...

Short Story : Miracles (Keajaiban)

       Pada suatu hari Aku telah sampai pada semester 7 di perkuliahan, yang ada mata kuliah Seminar of Research Proposal atau yang biasa di singkat SEMPRO. Di semester sebelumnya yaitu di semester 6 sudah mengumpulkan judul " Psychoanalytic Critique of Characters in Shakespeare's Tragedy", dan kemudian di semester 7 di umumkan juga dosen pembimbing skripsi. kemudian mata kuliah tersebut berjalan dengan lancar. kami di suruh membuat skripsi dari BAB I sampai BAB III. kemudian, Aku bingung harus mengerjakan bagaimana. Lalu, Aku dan temanku setelah pelajaran bimbingan skripsi. Selanjutnya, giliran Aku bimbingan,     "Ma'am apakah seperti ini benar?". Aku bertanya pada dosen ku.     "Coba ceritakan sinopsisnya" kemudian Aku menceritakan sinopsisnya tetapi Aku lupa dan dosen ku tertawa. kemudian, dosen ku berkata,       "Selain karya shakespeare kamu sudah nonton film apa aja?"     "Aku pernah nonton film J...