Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Cerita Perjalanan “Edukasi Sejarah Muhammadiyah”

  Image Source by : Makhrus Ahmadi Cerita Perjalanan “Edukasi Sejarah Muhammadiyah”                 Pada hari Kamis, 22 Juni 2023. Aku bersiap-siap untuk mempersiapkan barang-barang untuk di bawa, setelah semuanya siap, Aku istirahat sejenak pada Pukul 21:00, lampu kamarku tidak Aku matikan, sengaja agar tidak tidur terlalu lelap, karena pada Pukul 22:30 Pemberangkatan menuju Yogyakarta. Selanjutnya pada Pukul 22:00, Aku di ingatkan Ayahku untuk berangkat, Aku diantar Ayah ke Universitas Muhammadiyah P urwokerto . Lalu waktu sudah menunjukkan Pukul 22:30 kami berangkat. Peserta Edukasi Sejarah Muhammadiyah adalah dari Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi Prodi Sastra Inggris, Fakultas Agama Islam prodi Hukum Ekonomi Syariah, dan Fakultas Teknik. Kami naik bus Kupu-Kupu Ayu. Kemudian, setelah dari Puwokerto, tempat pertama untuk singgah adalah Masjid Jogokaryan pada hari Jumat, disana kami istirahat terle...

"Pursuit of Ambition: Betrayal and Redemption in the Royal Kingdom"

  Image Source :  https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.britain-magazine.com%2Fcarousel%2Fthe-greatest-castles-in-britain%2F&psig=AOvVaw2v-0ersDxohhPojkRvoPlP&ust=1686655001581000&source=images&cd=vfe&ved=0CBEQjRxqFwoTCLDMldTNvf8CFQAAAAAdAAAAABAE "Pursuit of Ambition: Betrayal and Redemption in the Royal Kingdom" Today is a very happy day for the royal family and the people because today is the day of Ascension for Ethel to become Queen. Prince Cruise, Lady Cruise, Pince Winfred, and Prince Hubert attended the ascension ceremony. Queen Ethel travelled around town to greet the people, by riding a horse-drawn carriage. A few years later, during her reign Queen Ethel succeeded in expanding her kingdom by way of war. Queen Ethel orders Prince Cruise to become the leader of the war troop. Prince Cruise is a prince who is persistent and full of ambition, Lady Cruise is also a figure who supports Prince Cruise because Prince Cruise is her hu...

Poem "Night at the Airport"

Image Source :  https://asset.kompas.com/crops/4H7Re5NUVhW4oxqU3jUPXomFUCU=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2021/05/05/6092a6e3d6ab0.jpg   At the airport, I arrived in my country That night I waited Love takes time. I got off the plane waving my hand. I greeted him with my wave He returned my wave I'm so happy to meet you. At the airport, I met you I miss you Cinta I Love You You ran to hug me You walked me home You prepare coffee when I'm tired Cold night, I gave you gifts, A photo of my graduation in the land of people. How many times have we been to the airport to meet and part. Cinta is indeed you woman who can be trusted. The night at the airport is lonely But you accompany The airport is the place for departure and a surprising return. I wrote this poem on the plane Passing time on the go. Don't forget to pray for safety. Long goodbyes make me miss You are always on time to pick me up The night sky is full of shining stars As you come to pi...

Number One.

  Pada tahun 2018 di malam hari setelah isya, Aku ke Mess UMP (samping mulyo), kemudian, Aku mengucap salam, "Assalamualaikum" Lalu keluar penjaganya dan Aku bertanya, "Bu orang asingnya dari mana aja ya?" "Ada dari Sudan, Hungaria, Thailand" "Saya ingin ketemu". Tanya ku. "Tapi lagi pada keluar, besok kesini lagi ya" Kemudian Aku pulang. Esok harinya Aku kembali ke Mess UMP niatku untuk belajar bahasa inggris. Setelah tahu, yang dari Sudan namanya Azzam, yang dari Hungary Adam dan Judith. Tapi Aku lebih sering bicara sama Azzam, ngirim makanan, tapi mungkin belum terbiasa sama makanan Indonesia Azzam sampai berkata, "Don't bring any food again" Selanjutnya setelah beberapa lama ternyata Azzam dan Adam pindah kost, Aku mau kasih pisang ternyata udah pindah kost, akhirnya Aku kasihin ke Judith.  Selanjutnya, Aku ke Unsoed untuk beli susu murni. Aku bertemu dengan Motwakil dan Aku tanya dia juga dari Sudan, bahasa Indonesian...

Bagaimana Menyalakan Pusat Bakat

Pendidikan bukan tentang mengisi ember, melainkan tetntang menyalakan api. -W. B. Yeats IDE KONYOL MIKE DAN DAVE Pusat-Pusat bakat seperti Curacao, Rusia, dan Korea Selatan dinyalakan oleh sebuah "sambaran Petir": seorang bintang yang memancar, sebuah kemenangan yang ajaib. Tak seorang pun bisa meramalkan atau merencanakannya. Jenis penyalaan yang berbeda terjadi ketika tidak ada "sambaran petir" namun motivasi dan bakat tetap berkembang. Jenis penyalaan ini berhubungan secara lebih langsung dengan kehidupan kita sehari-hari. Saya menemukannya terjadi paling nyata di suatu tempat yang tak terduga: sekelompok sekolah di pusat kota.     Pada musim dingin 1993 Mike Feinberg dan Dave Levin belum mencapai kemajuan yang baik. Usia mereka dua puluhan. Mereka teman sekamar dan sama-sama guru kelas dua di sistem sekolah negeri Houston. Mereka berdua anggota Teach for Amerika , sebuah kelompoknirlaba baru yang memfasilitasi para sarjana baru untuk mengajar ...