MENYIBAK KABUT CINTA DI YERUSSALEM digital illustrasi : Mas B H idup yang bermakna adalah hidup tanpa musuh, karena musuh terakhir manusia adalah dirinya sendiri, telah dapat dikalahkan. Begitu biasanya orang-orang yang beruntung. “Aku pernah menjadi manusia yang beruntung seperti itu,” kata Daffa, perempuan cantik keturunan Palestina. “Kapan itu?” tanya Dave, pemuda Yahudi bertampang keras tetapi suaranya lembut. “Ketika orang tuaku di desa masih menanam gandum dan berkebun anggur”. “Aku juga pernah beruntug ketika kecil hidup bersama keluarga yang punya kebun zaitun dan di halaman rumah banyak tumbuh pohon buah paling lezat, delima.” Daffa dan Dave duduk berhadapan, di kantin sebuah rumah sakit yang dibangun megah di kota Beirut. Keduannya adalah dokter. Daffa adalah dokter bedah dan Dave dokter ahli penyakit syaraf. Di depan mereka ada dua cangkir berisi kopi panas yang harum dari tanah Aceh...