Pengalaman di HMPS PBSI
KATA PENGANTAR
Saya menulis dengan judul “Pengalaman di HMPS PBSI” karena saya terkesan kepada para teman-teman saya di PBSI. Agar kesan baik teman-teman saya tetap terjaga dan tidak selalu berada di pikiran saya maka saya tuangkan dalam tulisan. Saya izin untuk menyebutkan nama asli dalam tulisan saya dan juga nama samaran jika di perlukan, tetapi tidak menyebutkan nama Universitas terkait, karena mungkin dalam tulisan saya terdapat hal yang tidak sesuai dengan Universitas, saya tidak ingin mencemarkan nama Universitas saya sendiri. Saya hanya ingin menulis pengalaman saya di HMPS PBSI.Terimakasih. Selamat membaca!
Pengalaman di HMPS PBSI
Saat Aku kuliah dan istirahat dari perkuliahan saat saya masih di PBSI, Aku sering nongkrong. Kemudian saya bertemu dengan Mas Bani Alumni PBSI dan juga temanku juga dulu saat mengurus masjid di kampus. Saat itu mungkin Aku sudah mengalami sakit magh, dan Aku curhat ke Mas Bani karena galau. Kemudian Mas Bani menasihatiku tetapi maaf Aku sudah lupa apa nasehatnya, tetapi Mas Bani memerintahkan Aku untuk menulis, kemudian di print lalu di serahkan kepadanya. Akhirnya Aku setelah sakit menjadi semangat untuk menulis, salah satu hasilnya adalah cerpen dengan judul “Si Claudy”, silahkan di baca di muhammadhusainnurfaiz.blogspot.com.
Kemudian saya bertemu dengan Mas Akmal. Mas Akmal adalah pecinta musik, sama seperti saya, sehingga saya ngobrol, bercanda, dan bercerita. Aku Akan sebutkan beberapa percakapan dengan Mas Akmal,
Aku bertanya tapi bercanda saat acara gebyar mahasiswa cabang futsal,
“Mas Akmal tadi malam jumat ngapain?”
“Dzikir Iz, hidup jangan cuma
buat seneng-seneng doang”
Lalu obrolan berikutnya, saat di HMPS, Mas Akmal memeritahuku tentang Judul musik,
“Iz nih kasih tau ke Bapakmu lagunya Bimbo judulnya ‘Ada Anak bertanya pada Bapaknya’ nanti Bapakmu pasti seneng”.
Untuk para pembaca kalo belum tau lagunya bisa cek sendiri ya.
Selanjutnya Aku ingin belajar musik kepada Mas Akmal,
“Mas ajarin Aku
musik dong”
“Belajar nada dulu Iz nanti
kalo udah, baru Aku ajarin”. Jawab Mas Akmal.
Tapi Aku belum belajar nada hingga saat ini, maaf. Kemudian Aku bertanya ke Mas Akmal,
“Mas Akmal ngga
ikut beladiri?”
“Sekarang bukan zaman perang
Iz”. Jawabnya.
Kemudian Aku bertemu dengan Mas Adit, yang paling berkesan adalah toleransinya terhadap orang yang tidak merokok, seperti Aku. Mas Adit saat merokok tanganya yang sedang memegang rokok di jauhkan dari Aku sehingga asapnya tidak mengenaiku. Ada obrolan yang lucu. Aku memberitahu ke Mas Adit,
“Mas danau Tiberias sudah mengering”
“Iya Dajjal arep metu, wis ora
kuat karo kukuse, wis ngebul”. Kata Mas Adit yang artinya (iya Dajjal mau
keluar, sudah tidak kuat dengan asapnya, sudah sangat berasap). Aku pun
tertawa.
Kemudian ada percakapan lain,
“Iz baca bukunya Andrea Hirata, sastranya tinggi”
Itu adalah beberapa percakapan, ada percakapan lain yang banyak tetapi saya tidak menulis banyak di sini. Terimakasih sudah membaca tulisan saya. Salam untuk Mas Pur, Mas Sur, Mas Uki, Mas Pandu, Mas Dewangga,dll. teman angkatan saya di PBSI, dan Mba-Mba HMPS PBSI, pamong ku saat makrab. Pokoknya salam untuk HMPS PBSI. Terimakasih sudah hadir dalam kehidupan saya, Semoga sukses selalu. S3 Inshaa Allah ambil Bahasa Indonesia.
The End

Komentar
Posting Komentar