Cerita Perjalanan “Edukasi Sejarah Muhammadiyah”
Pada hari Kamis, 22 Juni 2023. Aku bersiap-siap untuk mempersiapkan barang-barang untuk di bawa, setelah semuanya siap, Aku istirahat sejenak pada Pukul 21:00, lampu kamarku tidak Aku matikan, sengaja agar tidak tidur terlalu lelap, karena pada Pukul 22:30 Pemberangkatan menuju Yogyakarta. Selanjutnya pada Pukul 22:00, Aku di ingatkan Ayahku untuk berangkat, Aku diantar Ayah ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Lalu waktu sudah menunjukkan Pukul 22:30 kami berangkat. Peserta Edukasi Sejarah Muhammadiyah adalah dari Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi Prodi Sastra Inggris, Fakultas Agama Islam prodi Hukum Ekonomi Syariah, dan Fakultas Teknik. Kami naik bus Kupu-Kupu Ayu. Kemudian, setelah dari Puwokerto, tempat pertama untuk singgah adalah Masjid Jogokaryan pada hari Jumat, disana kami istirahat terlebih dahulu di lantai dua untuk perempuan di lantai tiga. Pada saat akan waktu subuh kami di bangunkan, kemudian Aku berwudhu, lalu sholat. Setelah sholat Aku mandi lalu makan. Kemudian, kami menuju Makam K.H Ahmad Dahlan di Karangkajen, makamnya sederhana dan memang untuk menjadi teladan pemakaman. Makam para sahabat rasul saja juga sangat sederhana, tidak di bangun kijing. Mengapa K.H Ahmad Dahlan di makamkan di Karangkajen karena K.H Ahmad Dahlan yang saya tahu, beliau dekat dengan warga Karangkajen.
Setelah itu, kami menuju parkiran Taman Pintar. Kami turun dari bus kemudian jalan kaki menuju Masjid Gedhe Kauman, di belakang Masjid ada makam Nyai Dahlan setelah itu kami ke Langgar Kidul, Kampung Kauman, SD Muhammadiyah Suronatan, Madrasah Mualimat, Gedung Dakwah Lama, Kantor Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan dan Graha Suara Muhammadiyah. Mungkin tidak semua tempat yang Aku sebutkan tidak kami kunjungi atau hanya kami lewat saja karena waktunya terbatas. Guide tournya hanya mengantarkan kami sampai ke Langgar Kidul.
Berhubung hari Jumat kami beribadah shalat Jumat di Masid Gedhe Kauman, dan shalat Ashar kami melakukannya dengan di jamak. Aku tidak sempat ke Malioboro, tapi tidak apa-apa. Setelah itu kami ke Museum Muhammadiyah Kampus UAD, singkat cerita kami menuju Ambar Ketawang untuk makan dan shalat kemudian kami menuju Purwokerto dan pulang.
Kesan saya sangat menyenangkan dan menambah wawasan, selama ke Jogja baru pertama kali saya ke kampung kauman, Makam K.H Ahmad Dahlan, Makam Nyai Dahlan, Masjid Jogokaryan, kami mengulik sejarah Muahmmadiyah langsung di tempatnya. Kesan kedua, Pesertanya baik-baik, contohnya saling follow akun instagram, saling memberi makanan, ramah, kalem, dosenya baik dan perhatian, dan juga menambah relasi. I love you All!.
The End
English Version
Travel Story "Muhammadiyah History Education"
On Thursday, June 22, 2023. I'm getting ready to prepare the things to bring, after everything is ready, I take a short rest at 21:00, I didn't turn off the lights in my room, on purpose so as not to sleep too soundly, because at 22:30 I left for Yogyakarta. Then at 22:00, I was reminded by my father to leave, I was accompanied by my father to Muhammadiyah University in Purwokerto. Then the time was showing At 22:30 we left. Participants in Muhammadiyah History Education are from the Faculty of Culture and Communication, the English Letters Study Program, the Faculty of Islamic Religion, the Sharia Economics Law Study Program, and the Faculty of Engineering. We took the Butterfly Ayu bus. Then, after Puwokerto, the first place to stop was the Jogokaryan Mosque on Friday, where we rested first on the second floor for women on the third floor. At dawn we were awakened, then I made ablution, then prayed. After praying I take a shower and then eat. Then, we headed to the grave of KH Ahmad Dahlan in Karangkajen, his tomb is simple and indeed to be an example of burial. The tombs of the apostle's companions are also very simple, they are not built with gravestones. Why was KH Ahmad Dahlan buried in Karangkajen because I know KH Ahmad Dahlan, he was close to the residents of Karangkajen.
After that, we headed to the Taman Pintar parking lot. We got off the bus and then walked to the Gedhe Kauman Mosque, behind the mosque was Nyai Dahlan's grave after that we went to Langgar Kidul, Kauman Village, Muhammadiyah Suronatan Elementary School, Mualimat Madrasah, Old Dakwah Building, Muhammadiyah KH Office. Ahmad Dahlan and Graha Suara Muhammadiyah. Maybe we didn't visit all the places I mentioned or we just passed by because time was limited. The tour guide only took us to Langgar Kidul.
Since it's Friday we pray the Friday prayer at the Gedhe Kauman Mosque, and we do the Asr prayer in the plural. I didn't have time to go to Malioboro, but that's okay. After that we went to the UAD Campus Muhammadiyah Museum, long story short we headed to Ambar Ketawang to eat and pray then we headed to Purwokerto and went home.
My impression was very pleasant and broadening, during my first trip to Jogja, I went to Kauman Village, KH Ahmad Dahlan's Tomb, Nyai Dahlan's Tomb, and Jogokaryan Mosque, we explored the history of Muahmmadiyah right there. The second impression is that the participants are kind, for example following each other's Instagram accounts, giving each other food, and being friendly, and calm, the lecturers are kind and considerate and also build relationships. I love you All!
The End

Komentar
Posting Komentar