Sebelum Ramadan saya mengikuti kajian Ahad pagi di Universitas Swasta. Saya menulis isi kajian tentang kiat-kiat di bulan Ramadan. setelah saya tulis di ponsel, Ibuku meminta catatannya, lalu menyebarkankannya ke group whatsapp. Pada akhirnya catatan tersebut di terapkan selama bulan Ramadan. Kemudian ta'mir masjid mengadakan rapat panitia amaliyah Ramadan, tetapi saya tidak ikut, kakak saya juga tidak ikut karena telah berpergian. Tetapi, teman Saya mengikuti rapat tersebut, dan saya di telfon oleh Ayah saya untuk mengikuti rapat karena temanku juga datang. Hasil rapatnya, yang menjadi ketua adalah teman ku.
Pengajian sebelum Ramadan diselengarakan untuk menambah ilmu tentang puasa, salat lail, tarawih, qiyamul lail, taddarus, orang yang boleh tidak berpuasa, misal karena sedang berpergian, dan lain-lain. Setelah semua disiapkan, acara pengajian dimulai setelah waktu Ashar. semua berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan makan soto.
Jadwal Kultum, MC, takjil, dan imam telah di buat. Spanduk menyambut bulan Ramadan juga telah di pasang agar meriah. Saya di tugasi oleh ketua panitia Ramadan untuk memngingatkan para Ustaz untuk mengisi kultum, pada awalnya saya keberatan lalu, di pikir-pikir lagi bahwa ketua panitia Ramadan adalah sahabat saya, sehingga Saya niatkan untuk menolong dan agar kegiatan di bulan Ramadan berjalan dengan lancar pada kepemimpinannya dan di berkahi Allah SWT.
Kami buka bersama di Masjid, melaksanakan salat tarawih, taddarus dengan lancar. tetapi setelah beberapa hari kemudian saya di kritik. alasanya jika memang tidak ada yang kultum maka langsung shalat tarawih. karena saya tidak tahu saya memilih salah satu Ustaz untuk kultum agar tidak kosong, malasahnya kultumnya terlalu lama sehingga ada jama'ah yang pulang dan waktu sudah mau menunjukkan jam delapan malam. Saya di kritik, tetapi saya hanya mengatakan "Ya". saya memiliki prinsip jika di nasehati di dengarkan, jika di tampar di rasakan.
Masalah yang kedua, Saya datang ke Masjid untuk azan isya tetapi agak telat sedikit, saya di kritik kembali, saya hanya mengtakan "Ya", kritikan yang kedua kali ini membuat bad mood, dan tidak tenang. Lalu salat isya. Setelah salat isya tanpa berdo'a saya langsung pergi dengan persaan tersinggung, menuju Masjid lain untuk salat tarawih.
Singkatnya, saya curhat kepada Ibu dan Ayah saya, tentang masalah tersebut, persaan tersinggung saya agak reda. saya tiduran beberapa saat dan pergi ke Gramedia utnuk membeli buku. saya membeli buku novel dan religion. Aku pulang, waktu dzuhur pun tiba tetapi saya masih bad mood akhirnya saya salat dirumah. setelah itu pada siang hari, Adikku meminta untuk membeli celana jersey, setelah membeli, saya di ajak atau saya yang mengajak Adik untuk pergi ke Jl. Warga Bakti untuk membeli biji kopi, Saya menyurh membuka google map dan klik "rute". setelah sampai ternyata penjualnya sedang Vacation. kemudain kami pulang.
Saya merasa bahagia karena ada yang menjual biji kopi dengan high-quality. kemuadian saya berdo'a untuk tidak dendam kepada siapapun. Setelah ashar. Lalu, saya membaca buku "Selamat Tinggal" karya Tere Liye.
Saat buka bersama di Masjid dan selesai. Kemudian, salat saya bertemu orang yang membuat saya tidak nyaman, tapi saya azan dengan tepat waktu, sehingga beliau merasa senang. saya menjabat tangganya dan saya tidak lagi membenci.
Setelah salat isya saya takbiran lalu jam delapan malam saya pulang kemudian membuat kopi susu dan menulis cerita pendek ini.
The End.
Komentar
Posting Komentar