MY
FAMILY WITH FAMILY CATS
|
P |
ada suatu hari didesa Ledug yang damai terdapat beberapa kucing liar, kemudian Adikku menghampiri
salah satu kucing betina yang warna bulunya putih, hitam dan orange. Kemudian Adikku
mengelusnya dengan lembut dan pada akhirnya kucing itu mengikuti Adikku ke
rumah kami. Kucing betina itu terlihat kasihan dan sedang hamil. Lalu Ibuku
memberi nama kucing itu dengan nama Imung. Imung adalah kucing betina yang
memiliki beberapa anak. Generasi pertama lahir dua ekor kucing yang di berinama
Michele dan Jordan, mereka berwarna putih dan orange. Kami sangat senang akan
kehadiran mereka. Saat mereka masih kecil, mereka senang latihan bergulat. Uniknya
Michele dan Jordan saat subuh mengikuti kami ke masjid dan menunggu kami dari
luar sampai shalat subuh selesai. Setelah itu mereka mengikuti Aku, Ibu dan
Bapakku jalan-jalan ke lingkungan kampus di dekat rumah kami. Jordan yang
mengikuti kami selalu di ikuti dan di incar kucing jantan, bukan karena marah
tetapi Jordan di anggap kucing betina, padahal bukan, mungkin Jordan masih kecil
sehingga belum terlihat kelaminnya. Pada suatu hari teman Adikku datang ke
rumah dan membawa kucing kami yaitu Jordan, dengan menaiki sepeda motor lalu
melepaskannya. Adikku berkata kepada temannya,
“Sudah
lepaskan saja, Jordan sudah hafal jalan pulangnya” katanya.
Beberapa jam kemudian, Aku yang baru bangun
mendengar kabar kalau Jordan belum pulang. Akhirnya Aku dan Adikku mencarinya
dan setelah itu kami pergi kerumah teman Adikku untuk menmbantu mencarinya
tetapi tidak kunjung di temukan dan suasana sedang gerimis. Akhirnya teman
Adikku pulang. Saat gerimis kami malah bertemu kucing kecil orange yang sedang
mengeong karena kehujanan. Kemudian kami serahkan kepada kedua orang tua kami
untuk dimandikan dengan air hangat. Kakakku berkata kepada Ku dan Adikku,
“Kalau
kalian tidak menemukan Jordan, kalian tidak boleh pulang” katanya, dengan
bercanda tapi serius. Setelah beberapa hari Jordan tidak kunjung pulang
keluarga kami sangat merindukannya dimana kau Jordan, kami sudah memberi nama
yang bagus untuk mu. Dan Michele kakinya terluka karena di gigit kucing lain
dan keluar nanah, kami sudah berusaha megobatinya dengan obat merah tetapi
tidak kunjung sembuh. Michele pun juga menghilang. Tidak tahu kenapa atau
mungkin juga di ambil oleh anak-anak kecil.
Generasi
ke-dua lahir Steven, William, Dan Charles. Steven adalah kucing yang tampan
dengan warna hitam dan putih bercorak tutul-tutul. William kucing hitam belang
yang sangat di sayangi oleh Adikku. Dan Charles kucing yang sedikit berbicara
dan suka menggembara. Tetapi Steven lebih dulu menghilang, Aku sangat
menyayanginya. William kuncing yang manja dan suka merengek-rengek dan suka
digendong oleh Adikku. Walaupun saat masih kecil manja, ia saat sudah besar
pergi menyebrangi sungai dan pergi kesawah lalu menghilang. Adikku, Aku, Ibuku
sangat kehilangan. Charles sang sedikit berbicara masih berada di keluarga
kami.
Generasi
ke-tiga lahir James dan Aubrey. James Adalah kucing yang paling tragis. Saat
masih kecil ia meninggal, ususnya turun ke bagian kakinya. Aku dan Adikku
berspekulasi kalau ia terlindas motor. Ibuku berspekulasi bahwa James terlalu
banyak makan. Akhirnya kami menguburkannya. Di dalam hati Aku berkata,
“Selamat
tinggal James”. Aku menagis di dalam hati.
Aubrey adalah kucing
betina yang cantik dan lembut, bulunya juga lembut aku suka mengelusnya. Sebelum
William pergi, Aubrey yang masih kecil dan William yang agak besar suka
bermain, saking lucunya Aku memdokumentasikanya dengan di video. Aubrey pernah
tidur di keranjang sepeda Ibuku. Aubrey tidur dan Ibuku tetap mengayuh
sepedanya lalu Aubrey di turunkan di jalan. Tetapi saat Ibuku pulang Aubrey
masih tetap di posisi dimana ia diturunkan dari sepeda. Aubrey juga pernah
terjebak di atap dan tidak bisa turun, Akulah yang akhirnya menyelematkannya. Tidak
lama kemudian Aubrey menghilang.
Generasi ke-empat lahir Louise, Lewis, Lionel. Louise
adalah kucing kurus yang agresif berwarna orange belang. Lewis adalah kucing
gemuk yang lucu, Aku sangat menyukainya. Lionel adalah kucing hitam belang
mirip William. Pada suatu hari saat momen bahagia akan kedatangan mereka, saat
mereka sudah akan dewasa, Lewis si kucing gemuk, dari mulutnya keluar lendir,
dan badannya panas. Lalu Aku membeli obat di Pet Shop untuk Lewis. Kondisi Lewis
awalnya membaik, tetapi pada akhirnya ia tidak bisa bertahan dari virus itu. Sebenarnya
Louise dan Lewis adalah kucing kembar. Dan Louise pun terkena virus itu dan
meninggal sama seperti Lewis. Aku dan Adikku menguburkannya di kebun sebelah
selatan rumah. Lionel pun juga terserang virus itu tetapi kami tidak
mengburkannya karena ia menghilang.
Pada Akhirnya datang seekor kucing tua yang lusuh berbadan
kekar yang ku berinama Jim. Kucing tersebut berwarna belang orange. Ia saat
makan terkadang tidak habis, ia agak menyebalkan. Charles yang masih bertahan
dan tidak pergi dari keluarga kami, hampir selalu bertengkar dengan Jim saat
makan. Aku agak memarahi Jim, tetapi ia agak kasihan. Tidak lama kemudian Jim
menghilang.
Saat Jim pergi Aku menyesal karena Aku sedikit
memarahinya, sebenarnya Jim adalah kucing lucu tetapi agak nakal dan kasihan.
“Jim! Maafkan Aku” kataku berbicara dengan Ibuku.
Sekarang dan sampai
saat ini kami hanya memiliki kucing yang setia yaitu Charles. Mungkin ini yang
terbaik dan kami telah melalui masa-masa senang dan susah bersama kucing-kucing
kami. Kami sudah membelikan makanan, merawat. Mungkin kami sudah lulus ujian
dalam banyaknya merawat kucing. Semoga kami selalu bersyukur dan mendapat
pahala karena kami bersedekah kepada kucing. Saat ini Charles yang masih
menemani kami. Jika ia lapar maka ia akan pulang, jika sudah kenyang ia akan
pergi. Dulu Charles adalah kucing yang diremehkan sekarang ia menjadi kucing
kesayangan.
Di tulis oleh : Muhammad
Husain Nur Faiz Assyifa
Dilarang meng copy atau
memperbanyak salinan tanpa izin. Hak cipta dilindungi Undang-Undang.
Komentar
Posting Komentar