Liburan.
Saat
liburan di rumah banyak tamu karena ayah ibu akan berangkat haji, mereka datang
ke rumah untuk menghormati, mendoakan, dan meminta di doakan. Adikku pulang
dari pondok. Setelah beberapa hari Ayah dan Ibu berangkat haji tepatnya tanggal
21 Juni 2022. Saat pamitan saudara-saudaraku menangis, kecuali Aku. Tidak tahu
mengapa aku tidak menangis. Adikku yang baru pulang dari pondok baru 5 hari
bertemu Ayah dan Ibu di rumah, ia yang paling deras saat menangis. Aku dan
Kakak Ku tidak bisa mengantar sampai ke GOR Satria karena mobil sudah penuh. Esoknya
Adikku mengajak Aku untuk jogging di GOR Soesiloe Soedarman UNSOED. Sebelum
akan jogging hampir setiap hari makan bubur kacang hijau dahulu. Lalu kami ke
GOR tersebut dan membayar Rp.2000 untuk masuk di hari biasa. Adikku meminta
tempat yang sepi untuk menaruh barang-barang dan persinggahan. Setelah itu,
kami pemanasan dan jogging. Pernah dua kali Adikku mengajak untuk balapan lari
tetapi Aku kalah. Setelah jogging kami keluar dan membayar parkir Rp.1000.
Sampai di rumah Aku mandi lalu makan, setelah itu Aku mendengarkan musik dan podcast,
Aku merasa gabut. Sebelum itu masih awal-awal aku merasa khawatir karena
Aku memikirkan banyak hal saat di tinggal orang tua, hati Ku sekarang yang
merasa menagis, bisa di bilang ini adalah cultural shock. Tetapi lambat
laun Aku mulai terbiasa. Ada suatu hari, tamu yang ramah tetapi agak
mencurigakan datang ke rumah tetapi itu kesalah pahaman, ternyata itu adalah
teman sepupu Ku. Kegiatan ku, mengepel masjid di hari Jumat, belanja, nyapu
tetapi tidak setiap hari. Mengikuti webinar, seminar. Aku mulai bosan, hingga
dua hari sebelum cerita ini di tulis aku menonton film Dunkirk, dan The
forgotten battle. Film Dunkirk menceritakan tentang perang dunia II yang sekutu
dan tentara Inggris terkepung oleh pasukan Jerman hingga sampai di wilayah Dunkirk
Perancis dan mereka di bom bardir oleh tentara Jerman. Hingga para pemerintah
dan warga sipil membantu mereka untuk pergi dari Dunkirk. Intinya Aku menulis
ini karena saat Aku melihat Instagram, Pak Rektor posting “asyiknya
kuliah tanpa skripsi” untuk menganti skripsi salah satunya adalah dengan
menulis karya sastra. Itulah sebabnya Aku menulis cerita ini. Baiklah karena waktu
yang menjelang maghrib, saya mengakhiri cerita ini. Terimakasih sudah membaca.
Komentar
Posting Komentar