Nama : Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa
NIM : 2109010001
I. Ujian Daring
1. Cermati kalimat-kalimat berikut, lakukan perbaikan bila Saudara anggap ada kesalahan.
a) Setiap
hari kita semestinya mengucapkan "Terimakasih" kepada banyak orang.
Merekalah yang telah memudahkan proses kehidupan kita. Mereka mengabdi secara
tidak langsung pada kita, seperti tukang sayur.
Jawab : Setiap hari kita seharusnya
mengucapkan “terimakasih” kepada banyak orang. Mereka adalah yang telah
memudahkan proses kehidupan kita. Mereka megabdi secara tidak langsusng pada
kita, seperti penjual sayur.
b) Bahkan pada ayam jago, karena sebagai sesama mahluk, merekalah yang membangunkan kita, selain alarm yang mungkin kita pasang di gadget.
Jawab : Bahkan pada ayam jago, karena sebagai sesame mahluk, merekalah yang membangunkan kita, selain alarem yang mungkin kita pasang di gawai.
c) Dengan
merenung sebentar saja, melakukan analisa singkat, tampak benar bahwa kita
sangat bergantung pada orang lain.
Jawab : Dengan merenung sebentar
saja, melakukan analisa singkat, terbukti benar bahwa kita sangat bergantung
pada orang lain.
d) Kadang untuk sekedar tahu arah, kita pun membutuhkan orang lain.
Jawab : terkadang untuk hanya tahu arah, kita pun membutuhkan orang lain.
e) Nyata sekali, dalam tiap aktifitas kehidupan, kehadiran orang lain menjadi keharusan.
Jawab : Benar sekali, dalam setiap aktifitas kehidupan, kehadiran orang lain menjadi kebutuhan.
f) Jangan sampai kita termakan oleh hoax, lakukanlah ferifikasi melalui situs terpercaya.
Jawab : Jangan sampai kita terpengaruh oleh berita bohong, lakukanlah verivikasi melalui situs terpercaya.
g) Cara lain dengan meminta tolong pada keluarga, "bapak, apakah isue ini benar?"
Jawab : Cara lain dengan meminta bantuan pada keluarga, “Bapak, apakah berita ini benar?”.
1) Tugas menerjemahkan
This article assesses the advantages and limitations of three different approaches to the analysis of politeness in language: politeness as social rules, politeness as adherence to an expanded set of Gricean Maxims, and politeness as strategic attention to ‘face.’ It argues that only the last can account for the observable commonalities in polite expressions across diverse languages and cultures, and positions the analysis of politeness as strategic attention to face in the modern context of attention to the evolutionary origins and nature of human cooperation.
Jawaban terjemahan : Artikel ini menaksir kelebihan keuntungan dan berbicara dengan keterbatasan pada perbedaan untuk tiga analisis pada kesopanan dalam bahasa : kesopanan sebagai aturan sosial, kesopanan sebagai ketaatan untuk mengatur memperluas pada Gricean Maxims, dan kesopanan sebagai perhatian strategi untuk “harga diri”. Itu berpendapat bahwa hanya alasan terakhir yang bisa tampak untuk penggunaan dalam ungkapan sopan santun di sisi lain bermacam-macam bahasa dan budaya, dan posisi analisis pada kesopanan sebagai perhatian strategi untuk harga diri dalam hubungan moderen pada perhatian untuk keaslian evolusioner dan kealamian kerjasama manusia.
Komentar
Posting Komentar