Langsung ke konten utama

Example of Paper (Makalah)

 

Makalah

BAHASA INDONESIA UNTUK PENERJEMAHAN A

 

 


 

Tentang :

“ISU BUDAYA YANG TERJADI SAAT INI”

 

Disusun Oleh :

1.      MUHAMMAD HUSAIN NUR FAIZ ASSYIFA  (2109010001)

2.      CONSENDA SYABILA ANALI                            (2109010003)

3.      RETNO WIRANINGSIH                                        (2109010008)

4.      TRI ASTUTI NINGSIH                                          (2109010010)

5.      HANGGAYUH SAPNA MAHESTRI                   (2109010029)

6.      ANNISA MAHARANI TRIANA PUTRI             (2109010030)

 

 

Dosen Mata Kuliah :

Khristianto, S.S., M.Hum

 

PROGRAM STUDI : SASTRA INGGRIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Tahun 2021/2022

Jl. Raya Dukuh Waluh PO BOX 202, Purwokerto (53182), Telp. (0281) 636751, Fax. 637239


 

KATA PENGANTAR

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

            Puji syukur kehadirat Allah atas segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. Sehingga, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga, makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.

            Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik segi penulisan maupun dalam penyajian materi, mengingat kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak akan sangat berguna demi penyempurnaan makalah ini.

            Daalam penulisan makalah. Penulis, mengucapkan terima kasih kepada pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

            Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang memberikan bantuan dan dapat menjadikan semua ini sebagai ibadah

آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

 

Purwokerto,      November 2021

Penulis

 

 


 

DAFTAR ISI

11

 

JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1...Latar Belakang

1.2...Perumusan Masalah

1.3...Tujuan Penulisan makalah

BAB 2 PEMBAHASAN

A. Pengertian Budaya

B. Asal Usul Budaya

C. Ciri-Ciri Budaya

D. Istilah-Istilah Dalam Kebudayaan

E. Karakteristik Budaya

F. Fungsi Budaya di Kehidupan Masyarakat

G. Perubahan Budaya

H. Sudut Pandang Budaya Terhadap Zaman

I. Cara Pemerintah Mengatasi Masalah Budaya

J. Hal Apa Saja Yang Harus di Lestarikan Untuk Kemajuan Negara Indonesia

BAB 3 PENUTUP

a. Kesimpulan

b. Saran

DAFTAR PUSTAKA

1

2

3

4

4

4

4-5

5

5

5

 

6

6-9

10

10-

13

11

11-

14

13

13-

15

14

14-

15

 

 

16

 


 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

           

            Latar belakang penyusunan makalah ini yaitu sebagai generasi muda, sudah sepatutnya memahami, mempelajari, dan melestarikan budaya yang ada di Negara Indonesia serta tak lupa pula untuk mempelajari budaya asimg yang mungkin terjadinya akulturasi dengan budaya Indonesia.

            Bahkan, menurut pengamatan dari penulis sendiri, sudah banyak budaya yang mulai terlupakan oleh generasi sekarang karena pengaruh globalisasi. Dari segi tata bicara, pola pikir, bahkan tingkah laku juga sudah banyak berubah. Maka dari itu, berkat tugas penyusunan makalah untuk mengangkat isu budaya yang terjadi pada era ini. Penulis dapat memberikan perhatian lebih mengenai isu yang beredar terkait budaya.

 

1.2 Perumusan Masalah

·         Jelaskan pengertian dari budaya!

·         Jelaskan asal usul budaya!

·         Jelaskan dan Sebutkan ciri ciri budaya!

·         Jelaskan istilah istilah kebudayaan!

·         Jelaskan karateristik Budaya!

·         Jelaskan Fungsi Budaya di kehidupan masyarakat!

·         Jelaskan Perubahan budaya!

·         Bagaimana sudut pandang budaya terhadap zaman?

·         Bagaimana Pemerintah mengatasi masalah budaya?

·         Hal apa saja yang harus di lestarikan untuk kemajuan negara Indonesia?

1.3 Metode Penyelesaian Makalah

            Kami menyelesaikan makalah melalui metode analisis data dari berbagai situs pencarian di Internet.

1.4 Tujuan Penulisan Makalah

·         Mendeskripsikan budaya di masa pandemi

·         Mampu memecahkan masalah untuk kemajuan negara dan bangsa

·         Mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif

·         Semangat menimba ilmu

·         Melestarikan budaya

·         Dapat membedakan hal yang baik dan buruk

·         Peduli terhadap lingkungan dan sesama

·         Berpikir kemajuan

·         Semangat meraih mimpi

·         Menghilangkan sifat malas

 

 

 

BAB 2

PEMBAHASAN

A. Pengertian Budaya

            Budaya menakhlikkan lembaga raga yang berakat tempuh dimiliki berikut oleh majelis orang, dan diwariskan bersumber tingkatan ke tingkatan. Budaya bangkit roma bersumber berbagai komponen yang rumit, terhitung kaidah agama, politik, etika istiadat, perkakas, bahasa, bangunan, pakaian, tempuh kreasi seni. Budaya mempersilakan berlebihan tala bagian dalam keaktifan manusia. Seiring berjalannya waktu, sunah berwatak kompleks, abstrak, dan format bagian dalam kultur manusia. Berikut ini sinopsis kondisi pengetahuan sunah menerima getah perca ahli, ciri, fungsi, komponen, tempuh contohnya yang tersua di Indonesia, seumpama dilansir bersumber peron Dosenpendidikan dan Saintif.

 

B. Asal Usul Budaya

            Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal), diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

            Kehidupan manusia di warnai dengan simbol. Menurut Enerst Cassirer, manusia tidak pernah melihat, menemukan, mengenal dunia secara langsung kecuali melalui simbol. Kenyataanya hanya sekedar fakta. Meskipun fakta, namun memiliki makna psikis, karena memiliki unsur kebebasan dan pandangan yang luas. Kehidupan manusia dengan simbol sangat erat. Sehingga, manusia di sebut mahluk dengan simbol (homo simbolicus). Manusia berpikir, bertindak, bersikap, berperasaan dengan ungkapan yang simbolis.

 

C. Ciri-ciri Budaya

Dapat disampaikan kepada setiap orang dan setiap kelompok serta diwariskan dari setiap generasi. Bersifat dinamis, artinya suatu sistem yang berubah sepanjang waktu. Bersifat selektif, artinya mencerminkan pola perilaku pengalaman manusia secara terbatas. Memiliki unsur budaya yang saling berkaitan.

·         Sebagai budaya yang berada di daerah tersebut dan dipelajari.

·         Dapat disampaikan kepada setiap orang dan setiap kelompok serta diwariskan dari setiap generasi.

·         Bersifat dinamis, artinya suatu sistem yang berubah sepanjang waktu.

·         Bersifat selektif, artinya mencerminkan pola perilaku pengalaman manusia secara terbatas.

·         Memiliki unsur budaya yang saling berkaitan.

·         Etnosentrik, artinya menggangap budaya sendiri sebagai budaya yang terbaik atau menganggap budaya yang lain sebagai budaya standar.

 

D. Istilah-Istilah Dalam Kebudayaan

·         Difusi

Difusi adalah proses penyebaran kebudayaan melalui perpindahan bangsa-bangsa. Kebudayaan tersebar dikarenakan terbawa oleh bangsa-bangsa yang melakukan migrasi. Dengan demikian proses penyebaran kebudayaan tersebut terjadi melalui peristiwa geografis. Bentuk difusi lain dapat berupa penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang berdasarkan pertemuan-pertemuan antara individu dalam suatu kelompok manusia dengan kelompok lain. Penyebaran unsur kebudayaan melalui pertemuan kelompok individu yang bertetangga. Berdasarkan prosesnya, difusi dapat digolongkan menjadi beberapa bentuk. Bentuk-bentuk tersebut antara lain, hubungan symbiotic, hubungan penetration pacifique, dan stimulus diffusion.

 

1) Hubungan Symbiotic

Symbiotic adalah hubungan yang terjadi hampir tidak mengubah unsur kebudayaan yang dimiliki. Contoh hubungan barter yang terjadi selama berabad-abad antara suku Afrika dengan kelompok Negrito. Suku bangsa Afrika memberikan hasil pertanian, dan kelompok Negrito memberikan hasil berburu dan hasil hutan. Selama hubungan itu kebudayaan masing-masing suku tidak mengalami perubahan.

2) Hubungan Penetration Pacifique

Penetration pacifique adalah terjadinya pemasukan unsur-unsur kebudayaan tanpa adanya paksaan. Contoh yang pernah terjadi adalah unsur kebudayaan yang dibawa masuk oleh para pedagang dari India ke Indonesia. Cerita Ramayana dan Mahabarata salah satunya diperoleh melalui aktivitas perdagangan masyarakat India ke Indonesia. Masuknya unsur-unsur kebudayaan tersebut terjadi tanpa sengaja ke dalam kebudayaan penduduk setempat.

3) Stimulus Diffusion

Stimulus diffusion adalah bentuk difusi yang terjadi karena penyebaran kebudayaan secara beruntun. Contoh suku bangsa A bertemu B terjadi difusi, B bertemu C terjadi difusi, C bertemu D terjadi difusi, demikian seterusnya. Proses difusi telah berlangsung sangat lama. Para ahli berpendapat bahwa manusia zaman purba telah melakukan proses difusi.

·         Enkulturasi

Enkulturasi adalah seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Kata enkulturasi dalam bahasa Indonesia juga berarti “pembudayaan”. Sorang individu dalam hidupnya juga sering meniru dan membudayakan berbagai macam tindakan setelah perasaan dan nilai budaya yang memberi motivasi akan tindakan meniru itu telah diinternalisasi dalam kepribadiannya.

·         Inkulturasi

     Inkulturasi adalah tindakan atau gerakan mengkulturasikan kembali (merekonstruksi) kebudayaan asli/pribumi atau lebih sering disebut indigenization yang asal katanya adalah indigenous (asli/pribumi).

 

 

·         Sinkretisme

Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Misalnya, percampuran antara sistem religi masyarakat tradisional di Jawa dan ajaran Hindu-Buddha dengan unsur-unsur ajaran agama Islam yang menghasilkan sistem kepercayaan kejawen. Istilah ini bisa mengacu kepada upaya untuk bergabung dan melakukan sebuah analogi atas beberapa ciri-ciri tradisi, terutama dalam teologi dan mitologi agama, dan dengan demikian menegaskan sebuah kesatuan pendekatan yang melandasi memungkinkan untuk berlaku inklusif pada agama lain. Sinkretisme juga terjadi umumnya di sastra, musik, memperwakilkan seni dan ekspresi budaya.

·         Akulturasi     

Salah satu unsur perubahan budaya adalah adanya hubungan antarbudaya, yaitu hubungan budaya lokal dengan budaya asing. Hubungan antarbudaya berisi konsep akulturasi kebudayaan. Menurut Koentjaraningrat istilah akulturasi atau acculturation atau culture contact yang digunakan oleh sarjana antropologi di Inggris mempunyai berbagai arti di antara para sarjana antropologi. Menurut Koentjaraningrat akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal itu sendiri.

·         Asimilasi

Asimilasi (assimilation) yang terjadi antara komunitas-komunitas yang tersebar di berbagai daerah. Koentjaraningrat menyatakan bahwa asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila adanya golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda yang saling bergaul secara intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan tersebut berubah sifatnya dan wujudnya yang khas menjadi unsur-unsur budaya campuran. Proses asimiliasi terjadi apabila ada masyarakat pendatang yang menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat sehingga kebudayaan masyarakat pendatang tersebut melebur dan tidak tampak unsur kebudayaan yang lama. Di Indonesia, proses asimilasi sering terjadi dalam masyarakat karena adanya dua faktor. Pertama, banyaknya unsur kebudayaan daerah berbagai suku bangsa di Indonesia. Kedua, adanya unsur-unsur budaya asing yang dibawa oleh masyarakat pendatang seperti warga keturunan Tionghoa dan Arab yang telah tinggal secara turun-temurun di Indonesia.

Faktor Pendorong Asimilasi :

-          Adanya perbedaan di antara masing-masing pendukung kebudaayan.

-          Adanya sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya, slaing melengkapi atas kekurangannya masing-masing.

-          Adanya sikap terbuka dari golongan yang berkuasa.

-          Adanya perkawinan campuran (amalgamasi)

-          Adanya persaman unsur-unsur kebudayaan yang terdapat pada masing-masing kebudayaan.

Faktor Penghambat Asimilasi :

-          Sifat takut terhadap kebudayaan lain yang terjadi pada masyarakat.

-          Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan luar yang menyebabkan sikap teleransi, simpati kurang berkembang.

-          Perasaan superioritas yang besar dari individu suatu kelompok kebudayaan terhadap kebudayaan lain.

-          Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarkat.

-           In-group feeling yang kuat, yaitu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada        kelompoknya dan kebudayaan kelompoknya yang bersangkautan.

·         Subtitusi Budaya

Substitusi terjadi ketika satu atau sejumlah unsur kebudayaan yang telah ada sebelumnya diganti oleh unsur kebudayaan baru yang lebih fungsional, sehingga mengakibatkan hanya sedikit perubahan struktural dari kebudayaan bersangkutan.

·         Orginasi

Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan sosial budaya dalam masyarakat. Misalnya, masuknya teknologi listrik ke pedesaan. Masuknya teknologi listrik ke pedesaan menyebabkan perubahan perilaku masyarakat pedesaan akibat pengaruh informasi yang disiarkan media elektronik  seperti televisi dan radio. Masuknya berbagai informasi melalui media massa tersebut mampu mengubah pola pikir masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan hiburan dalam masyarakat pedesaan. Dalam bidang pendidikan, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan harkat dan martabat warga masyarakat. Dalam bidang kesehatan masyarakat menjadi sadar pentingnya kesehatan dalam kehidupan masyarakat, seperti, kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit menular dan perawatan kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dalam bidang perekonomian, masyarakat pedesaan menjadi semakin memahami adanya peluang pemasaran produk-produk pertanian ke luar daerah.

·         Dekulturasi

Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Misalnya, penggunaan mesin penggilingan padi untuk mengantikan penggunaan lesung dan alu untuk menumbuk padi.

 

 

E. Karateristik Budaya

            Karakteristik kebudayaan sendiri merupakan sesuatu yang dapat dipelajari, dapat ditukar dan dapat berubah, itu terjadi ‘hanya jika’ ada jaringan interaksi antar manusia atau antar masyarakat dalam bentuk komunikasi antarpribadi maupun antarkelompok budaya yang terus menerus.Mengutip dari apa yang telah disampaikan oleh Edward T. Hall, budaya merupakan sebuah  komunikasi, dan  komunikasi adalah budaya. Jika kebudayaan diartikan sebagai sebuah kompleksitas total dari seluruh pikiran, perasaan, dan perbuatan manusia, maka untuk mendapatkannya dibutuhkan sebuah usaha yang selalu berurusan dengan orang lain.

 

F. Fungsi Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat

            Fungsi Budaya dalam Kehidupan Masyarakat:

·         Sebagai Identitas Individu atau Kelompok

Fungsi budaya dalam kehidupan masyarakat yang pertama ialah sebagai identitas. Budaya yang digenggam akan menunjukkan di mana daerah dan identitasnya berasal.

Hal-hal yang biasa menunjukkan asal daerah adalah dialek. Dialek merupakan identitas yang melekat pada diri seseorang yang menunjukkan dari mana dia berasal.

·         Pengendali Perilaku Masyarakat

Fungsi budaya dalam kehidupan masyarakat sering digunakan untuk mengontrol perilaku. Ketika memiliki budaya diharapkan tingkah laku masyarakat tidak keluar dari adat istiadat yang telah terbentuk. Saat ada yang melanggar sebuah budaya maka akan mendapat hukuman dari masyarakat. Dampaknya sendiri akan mempengaruhi psikis seseorang dan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

·         Pedoman Interaksi Sesama Manusia

Fungsi diatas menjadi pedoman dalam melakukan jenis interaksi sosial secara langsung. Secara sadar interaksi ini dilakukan oleh masing-masing individu. Bahkan budaya ini telah menjadi kesepakatan bersama, walaupun tidak terbukukan secara tertulis.

·         Wadah Menyalurkan Perasaan Tentang Kehidupan

Fungsi budaya dalam kehidupan masyarakat ialah sebagai wujud ekspresi. Bentuk ekspresi masyarakat ditunjukkan dengan sebuah kebudayaan yang berupa karya seni, seperti berbagai tarian, seni ukir, batik, dan lain-lain.

Mencermati fungsi budaya yang ketiga yaitu, pedoman interaksi sesama manusia. Pada saat pandemi terjadi fungsi budaya tersebut nampak pada kehidupan masyarakat kelompok – kelompok kecil seperti pada dawis, RT dan desa. Pada saat salah satu warga terinfeksi COVID19 dan harus melaksanakan isolasi mandiri, pemimpin kelompok masyarakat membuat jadwal bagi warganya untuk memberikan makanan yang diperlukan bagi warga yang sedang isolasi mandiri. Kegiatan tersebut terkenal dengan sebutan Jogo Tonggo. Secara bergiliran masyarakat kelompok kecil berdiskusi tentang jenis makanan apa yang akan diberikan kepada warga yang sedang isolasi mandiri dalam bentuk makanan siap saji, karena warga yang sedang isolasi mandiri beberapa bisa memasak sendiri sebagian besar tidak bisa karena kondisinya.

Pada masa pandemi banyak warga masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Secara bergotong royong, warga yang mampu menyediakan bahan makanan untuk keperluan sehari – hari diletakan ditempat tertentu, yang mudah dilihat dan dijangkau. Bahan makanan tersbeut diperuntukan bagi warga yang membutuhkan, dengan cara mengambil sendiri sesuai kebutuhan mereka.

Kegiatan masyarakat diatas mencerminkan budaya bangsa Indonesia terutama suku Jawa yang terkenal dengan budaya gotong royong. Budaya gotong royong yang selama ini sudah jarang kita jumpai, muncul kembali dalam masa pandemi. 

 

G. Perubahan Budaya

            Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa budaya adalah hal yang dinamis dan kerap kali berubah. Perubahan budaya ini dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu:

·         Invention, yaitu penemuan atau penciptaan hal baru umumnya berupa teknologi misalnya penemuan telepon dan komputer.

·         Discovery, yaitu penemuan terhadap suatu benda atau fenomena yang sudah ada sebelumnya misalnya penemuan Benua Amerika oleh Colombus. Colombus hanya menemukan Benua Amerika, bukan menciptakan.

·         Difusi, yaitu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan misalnya penyebaran budaya KPOP ke seluruh penjuru dunia.

H. Sudut Pandang Budaya Terhadap Zaman

·         Budaya di Masa Pandemi

            Jika menurut sudut pandang budaya. Budaya adalah bukti adanya peradaban, sebagai sudut pandang umum, yang mana sebagai pemisah di sub kebudayaan terhadap popularitas ide dan bakat dalam konteks bekerja, kebudayaan sebagai stabilitas yang mana menjadi kesadaran masyarakat terhadap perbedaan, kebudayaan diantara masyarakat yang mana jika ada kebudayaan yang banyak penganutnya biasanya akan ada sub kebudayaan, lalu kebudayaan menurut wilayah, setiap wilayah pasti memiliki budaya yang berbeda.

            Sementara, menurut sudut pandang masyarakat sendiri. Budaya sudah sangat berubah, dengan adanya pengaruh globalisasi. Karena adanya globalisasi dan teknologi terus berkembang, tentu bagaikan 2 sisi mata pisau. Adanya dampak negatif dan positif.

            Lalu, bagaimana cara mengatasi persoalan diatas? Tentu saja, pemerintah tak tinggal diam, apa lagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Yang mana, masyarakat dibatasi aktivitas sosialnya. Pemerintah menggunakan metode harmonisasi budaya masa pandemi. “Apa itu Harmonisasi Budaya Masa Pandemi?”. Harmonisasi budaya masa pandemi adalah kebijakkan pemerintah supaya tidak ada penyurutan budaya.

            Misi dari kebijkan tersebut adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta turut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sesuai dengan Alenia ke 4 Undang-undang Dasar 1945.

            Untuk melancarkan strategi tersebut memerlukan pelaksana utama yakni peran masyarakat, salah satunya adal Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, semua itu telah dimiliki oleh Indonesia. Hanya saja, pada tataran implementasinya memerlukan sinkronisasi dan simultanitas.

            Pada akhirnya, harmonisasi kebudayaan, baik pada masa pandemi maupun pada masa normal memerlukan tampungan berupa kerangka pikir yang terinduksi dalam substansi revolusi mental, pemajuan kebudayaan, dan prestasi olahraga.

            Kebudayaan akan menjadi investasi yang mampu membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia apabila revolusi mental semakin membumi dan mengakar di kalangan masyarakat yang kemudian mampu meningkatkan budaya membaca, pola pikir yang unik dan efisien (inovatif), dan kreatif.

·         Budaya Di Era Globalisasi

Era globalisasi dapat menimbulkan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih modern. Akibatnya masyarakat cenderung untuk memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Salah satu faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang adalah; kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaanny sendiri. Menurut Maliowski, Budaya yang lebih tinggi dan aktif akan mempengaruhi budaya yang lebih rendah dan pasif melalui kontak budaya. Kehidupan manusiapun semakin beragam. Seiring dengan itu, budaya semakin berkembang mengikuti pola berpikir manusia dalam kehidupanya. Budaya dalam perkembanganya di bedakan menjadi 2, yaitu budaya yang berkembang dengan cepat (revolusi kebudayaan) dan kebudayaan yang berkembang secara perlahan (revolusi kebudayaan).

Dalam era globalisasi informasi menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dalam mempengaruhi pola pikir manusia. Untuk mengatasi hal ini, perlu kesadaran akan pentingnya budaya lokal sebagai jati diri bangsa. Kewajiban bagi setiap lapisan masyarakat untuk mempertahankannya, dimana peran generasi muda sangat diharapkan untuk terus berusaha mewarisi budaya lokal dan akan menjadi kekuatan bagi eksistensi budaya lokal itu  sendiri walaupun diterpa arus globalisasi. Upaya dalam Menjaga dan melestarikan budaya Indonesia dapat dilakukan dengan dua cara. yaitu; Culture Experience dan Culture Knowledge.

 

I. Cara Pemerintah Mengatasi Masalah Budaya

            Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan langkah-langkah untuk melindungi budaya Indonesia. Salah satunya dengan  mendaftarkan warisan budaya tak benda ke United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).  Langkah lain, mengajak pemerintah daerah (PEMDA) untuk memperkuat festival kebudayaan.

Negara juga melindungi kebudayaan Indonesja dengan hak paten. Dokumentasi pencatatan juga sudah dilakukan. Sejauh ini, kata dia, sudah ada 444 penetapan. Itu menjadi deklarasi ke dunia kebudayaan milik Indonesia.

 

J. Hal Apa Saja yang Harus di Lestarikan untuk Kemajuan Negara Indonesia

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, kebudayaan memegang peran penting dalam majunya bangsa Indonesia. Di tengah-tengah era peradaban dunia yang semakin ketat, menjadikan budaya sebagai salah satu investasi yang mampu membangun negara di masa depan. Beberapa cara untuk melestarikan budaya, di antaranya:

·         Mengajarkan budaya ke orang lain

Setelah mengetahui seluk beluk budaya sendiri, sebaiknya menyampaikan hal tersebut kepada oranmg lain. Salah satu caranya adalah mengajarkan kepada orang lain, baik di lingkungan rumah atau sekolah.

·         Memperkenalkan budaya ke negara lain

Selain memperkenalkan budaya sendiri di dalam negeri, kita juga patut memperkenalkan budaya kita ke luar negeri. Terlebih dengan teknologi media sosial yang semakin canggih.

·         Tidak terpengaruh budaya asing

 Untuk melestarikan budaya sendiri, sebaiknya kita tidak terpengaruh dengan budaya negara lain. Pada era globalisasi saat ini, budaya asing sangat mudah masuk ke tengah-tengah masyarakat Indonesia.

 

 

 

BAB 3

PENUTUP

 

a.Kesimpulan

            Indonesia memiliki 718 bahasa dari 34 provinsi dan mempunyai lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di Tanah Air menurut sensus BPS tahun 2010. Suku Jawa adalah kelompok terbesar di Indonesia dengan jumlah yang mencapai 41% dari total populasi. Namun beberapa Bahasa dan suku mulai menghilang perlahan lahan di karenakan tergerus jaman. Terlebih lagi di era milenial zaman dan dengan adanya masa pandemic di tahun 2020 hingga sekarang. Sekarang anak muda lebih suka budaya dari luar dari segi makanan hingga cara berpaikaian. Menurut penulis hal tersebut sangat disayangkan, indonesia sendiri merupakan negara yang kaya akan budaya. jika bukan generasi muda yang melestarikan budaya indonesia, lalu siapa lagi? Untuk melestarikan budaya, bisa dimulai dengan membeli produk lokal, dan ikut serta dalam kegiatan kebudayaan masing-masing.

            Menurut penulis, di era globalisasi ini kita harus tetap bisa terus melestarikan kebudyaan sendiri. Dan kita dapat menjaga kebudayaan dengan cara yaitu; Culture Experience dan Culture Knowledge. Itu dapat membantu mereka yang mulai buta akan budaya sendiri menjadi lebih paham tetang pentingnya mempertahankan kebudayaan bangsa

Dan upaya pemerintah sudah sangat bagus. Dengan adanya ide Harmonisasi Budaya Pada Masa Pandemi ini. Tentu yang mendapat kemajuan tidak hanya di bidang budaya. Namun, bidang perekonomian juga mengalami kemajuan.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut karena sudah memahami potensi bakat yang ada pada masyarakat Indonesia. Tak jarang kejuaraan dunia di taklukkan oleh pemuda pemudi Indonesia. Hanya saja, masyarakatnya sendiri banyak yang meremehkan dirinya sendiri, bahkan tak sedikit lingkungan yang tak mendukung untuk memajukan potensi yang ada di setiap individu. Dan tak sedikit orang-orang saling sikut menyikut untuk menggagalkan potensi yang dapat memajukan bangsa dan negara.

Indonesia bukanlah sekedar negara berkembang. Kenyataannya di masa sekarang Indonesia mampu berubah menjadi negara yang maju, jika tidak ada yang di sepelekan. Misalkan, Ada anak muda yang memiliki pemikiran yang baru, walaupun terdengar aneh. Namun, mengapa kita tidak mengubah pola pikir yang berbeda. Pada akhirmya jika di tolak oleh negara sendiri namun di terima oleh negara lain. Rasanya sangat disayangkan.

Jika demikian bukan kreativitas lagi yang di pertanyakan. Namun, pola pikir semua orang dari setiap kalangan yang harus mau berubah jika ingin ada kemajuan di Indonesia, adanya sifat keterbukaan pendapat, tak semua pemikiran zaman dahulu itu benar, dan tak semua pemikiran zaman modern benar pula. Harus adanya keseimbangan, dan meluaskan pola pikir dari semua usia. Belajar menerima hal baru untuk perubahan yang lebih baik karena banyak remaja sekarang yang mengutarakan kreativitas mereka melalui Sosial Media.

 

b. Saran

            Membaca adalah jendela dunia itu benar adanya, jangan takut jika diejek “Kutu Buku”. Karena yang bisa membantu mendongkrak masa depan adalah pengetahuan dan etika, bukan dari ucapan orang yang menjerumuskan kita kedalam hal tidak berguna. Mulailah berpikir kritis, jangan patah semangat, lakukan yang terbaik untuk dirimu sendiri dan orang-orang yang anda sayang. Apabila terdapat kesalahan mohon maaf dan maklum, karena semua kebenaran datang dari Allah . Sekian, terima kasih

 

 DAFTAR PUSTAKA

 

“Pengertian Budaya”

<https://www.bola.com/ragam/read/4529769/pengertian-budaya-ciri-fungsi-unsur-dan-contohnya-yang-ada-di-indonesia>

[Diakses, 29 Oktober 2021]

“Cara Pandang Budaya”

<https://rumahknci.com/cara-pandang-terhadap-kebudayaan/>

[Diakses, 30 Oktober 2021]

“Harmonisasi Budaya Masa Pandemi”

<https://www.kemenkopmk.go.id/harmonisasi-budaya-pada-masa-pandemi>

[Diakses, 31 Oktober 2021]

“Budaya di era globalisasi”

<( https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jsn/article/view/7669 )>

[Diakses, 29 Oktober 2021]

“ Materi tentang Budaya”

< https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya  >

[ Diakses,29 Oktober 2021]

“Materi tentang Budaya”

< https://www.bola.com/ragam/read/4529769/pengertian-budaya-ciri-fungsi-unsur-dan-contohnya-yang-ada-di-indonesia

<Kebudayaan - Pengertian, Unsur, Wujud, Fungsi, Sifat, Contoh (studiobelajar.com)>

[Diakses,31 Oktober 2021]

Isu aktual tentang budaya

http://digilib.uinsgd.ac.id/9321/4/4_BAB%20I.pdf

[Diakses, 31 Oktober 2021]

Fungsi Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat

https://www.merdeka.com/jateng/fungsi-budaya-dalam-kehidupan-masyarakat-wajib-dipahami-kln.html

[Diakses, 1 November 2021]

“Istilah-istilah kebudayaan”

https://adiboga.blogspot.com/2013/03/istilah-istilah-dalam-kebudayaan_448.html

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story King Motorcycle Community.

King Motorcycle Community (Komunitas motor king) P ada saat hari Minggu setelah lebaran, kami ke Kemranjen, dan bertemu dengan saudara yang bernama Saiful seorang mantan anggota   komunitas motor king dan dia bercerita, dan perlu Saya ceritakan kepada para pembaca. Ia bercerita bahwa komunitas motor tidak selalu buruk. Ini cerita yang saya ingat. Saiful meminta izin kepada orang tuanya untuk mengikuti komunitas motor king, tetapi dengan syarat untuk makan, dia yang cari sendiri dan jangan lupa untuk beribadah. Saiful membawa tiga pakaian, yang pertama untuk dipakai, yang kedua untuk beribadah, yang ketiga jika kotor dia bersihkan. Pernah suatu saat motornya mogok lalu di tolong oleh perempuan yang penampilannya mungkin kurang baik, motornya di dorong dengan kaki sambil meunggangi motor, istilahnya di step. Pada saat waktu salat wanita tersebut menawarkan untuk istirahat, walaupun penampilanya seperti itu tetapi masih menawarkan untuk ibadah. Pengalaman selanj...

Seminar fo Research Proposal

  Revisi Name    : Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa NIM      : 2109010001 Title: Heroism in Silence: Analyzing Character and Narrative in Resistance (2020) BAB I: INTRODUCTION 1.1 Background of the Study The film Resistance (2020), directed by Jonathan Jakubowicz, explores the concept of silent heroism during World War II. Set against the historical backdrop of Nazi-occupied France, the film tells the story of Marcel Marceau, a mime artist who helped save the lives of Jewish children. Through the subtle acts of bravery and humanity displayed by Marceau, the film sheds light on the quiet but powerful ways in which individuals resisted oppression. This study examines the heroic qualities portrayed by Marceau and other characters, focusing on how silence, resilience, and personal sacrifice contribute to the theme of heroism. In literature and film studies, heroism has traditionally been represented through grand gestures or epic ta...

Short Story : Miracles (Keajaiban)

       Pada suatu hari Aku telah sampai pada semester 7 di perkuliahan, yang ada mata kuliah Seminar of Research Proposal atau yang biasa di singkat SEMPRO. Di semester sebelumnya yaitu di semester 6 sudah mengumpulkan judul " Psychoanalytic Critique of Characters in Shakespeare's Tragedy", dan kemudian di semester 7 di umumkan juga dosen pembimbing skripsi. kemudian mata kuliah tersebut berjalan dengan lancar. kami di suruh membuat skripsi dari BAB I sampai BAB III. kemudian, Aku bingung harus mengerjakan bagaimana. Lalu, Aku dan temanku setelah pelajaran bimbingan skripsi. Selanjutnya, giliran Aku bimbingan,     "Ma'am apakah seperti ini benar?". Aku bertanya pada dosen ku.     "Coba ceritakan sinopsisnya" kemudian Aku menceritakan sinopsisnya tetapi Aku lupa dan dosen ku tertawa. kemudian, dosen ku berkata,       "Selain karya shakespeare kamu sudah nonton film apa aja?"     "Aku pernah nonton film J...