Si Claudy
Oleh: Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa
(Nama yang ada di dalam cerpen ini sudah disamarkan)
Oleh: Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa
(Nama yang ada di dalam cerpen ini sudah disamarkan)
1
Pejuang Sarjana
Pejuang Sarjana
|
A
|
ku
adalah Claudy seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang biasa di singkat dengan UMP. Aku tak
tahu apa yang engkau tahu ya Alloh, tolonglah aku untuk menghadapi cobaan ini,
padahal Aku baru Semester 1 sudah mempunyai banyak tugas dan jam kuliah tetapi,
Aku hanya menghadapinya dengan bermain ke HMPS PBSI dan meghirup asap rokok
yang ku benci. Aku berbaur dengan teman-teman HMPS saat pagi dan senja pada
hari wisuda tanggal 22 september 2018, di HMPS aku bias bercerita,
mengungkapkan rasa, bahkan tertawa, tetapi di balik itu tidak ada yang tahu
siapa aku, mengapa aku, buat apa aku ini. Ingin menangis rasanya, terus menerus
penyakit yang ku alami sangat tidak nyaman. Ya Alloh sembuhkanlah penyakit
maghku ini, apakah aku akan berakhir seperti Chairul Anwar dengan korek dan
rokok yang dihisapnya? Aku tidak mau ya Alloh, Aku adalah Aku. Lalu aku pun
ingin membeli donat untuk diriku, dari HMPS aku pulang ke rumah untuk mengambil
uang tetapi uang yang di dompet tiada, sungguh miskinya aku ya Alloh, berikan
lah aku rizki yang sepatutnya aku punya. Aku ingin jalan-jalan ke bale
kumambang saja aku tak bisa untuk menghiburku ya Alloh, dan tidak ada teman
perempuan yang dekat denganku ya Alloh, sebenarnya aku kangen dengan Bonni
(nama samaran) tetapi di tahun 2018 ini aku belum pernah bertemu denganya satu
kali saja. Ibuku juga melarangku untuk bermain dengan perempuan, dan aku merasa
tidak punya orang tua, aku ingin menangis ya Alloh, sakit hatiku ini yang
menyebabkan penyakit menjulur ke seluruh tubuh. Apakah aku akan mati seperti
filsuf Jerman yang bernama Nietzche, mati hanya seorang diri, aku tidak mau ya
Alloh, mau kau kemana kan takdirku ini, aku akan bernasib baik atau buruk?
Apakah aku akan bias di wisuda seperti mereka? Yang jelas aku tak tahu. Merasa
aku adalah makhluk paling hina. Ini sebenarnya hanya unek-unekku saja semoga
saya dapat lebih semangat dalam hidupku ini, ya Alloh ampunilah aku atas dosa
yang telah aku perbuat amiin.
2
Anak Baru Kuliah
Pada saat aku mendaftar kuliah di Universitas
Muhammadiyah Purwokerto , aku mendaftarkan diriku hanya sendiri tanpa orang tua
menemaniku, ya ada susah dan gampangnya buat ndaftar di UMP tetapi
Alhamdullilah aku dapat mendaftar di UMP dan yang lebih meneyenangkan lagi aku
di terima di UMP aku sangat bersyukur bias kuliah di UMP, aku di kampus juga
bertemu dengan teman lama maupun teman baru. Pada saat awal masuk, aku
mengikuti kegiatan BEST selama kurang lebih 2 (dua) hari, aku mengikuti BEST di
pandu oleh Mas Ojay, Mas comte, dan Mba saget, aku dapat pengalaman baru disana
setelah kegiatan BEST beberapa hari kemudian aku diharapkan bisa ikut MASTA
(masa ta’aruf ) tetapi apa boleh buat aku jatuh sakit, waktu bertepatan setelah
hari Iedul Adha dan aku tidak bisa ikut MASTA aku di rumah sakit selama 1
minggu lebih 1 hari dan pada akhirnya aku juga tidak bisa mengikuti kegiatan
OSPEK. Walaupun aku tidak megikuti MASTA dan OSPEK aku bisa mengikuti MAKRAB
PBSI, alhamdullilah aku bisa MAKRAB dan lancar kemudian aku kenal pada
seseorang perempuan yang bernama mba Lisa (nama samaran) dan tentunya ketua
MAKRAB aku sebenarnya suka sih tapi oleh ibu aku ngga boleh pacaran, bolehnya
cuma kenal, Acara MAKRAB menghabiskan waktu 2 hari 1 malam. Selanjutnya aku
mengikuti kuliah walaupun agak sedikit ngantuk karena efek minum obat, aku
sebenarnya sedang masa pemulihan. Di kelas aku suka bercandaan sama teman-teman
dan malah membahas tentang perempuan, waduh rumit ini kalo bahas perempuan
segala aku jadi pusing, pada akhirnya aku tidak masuk kuliah hari selasa
tanggal 24 september 2018 karena pusing dan perut sakit. Pada akhirnya aku
bilang ke orang tua
“Pak kenapa ya aku pusing dan mual”
“Kamu istirahat dulu aja Claudy”
“Iya Ayah”
Lalu
aku istirahat dan menulis cerpen ini. Dan tepat di hadapanku adikku sedang
belajar karena dia di sekolah sedang ujian, ayah, ibukku sudah duluan tidur,
kakakku sedang keluar rumah, ya sudah aku ingin istirahat kemudian esok hari
aku bernagkat kuliah dengan semangat
amiiin.
3
Malam Rabu
Di
malam Rabu Claudy bingung nih kenapa ya? Kok perasaanku aneh? Dada ku sakit,
adikku belum tidur, oh iya aku baru ingat aku belum shalat isya teman-teman,
juga aku mikirin Lisa, ani, ida, anan, huh bikin sakit peruat aja mereka huh,
ya lebih baik perempuan sebagai teman dan aku harus semangat kuliah dan bisa di
wisuda dengan lancar dan dapat membahagiakan orang tua yang sudah membiayai
hidup dari kecil hingga sekarang. Setelah aku menulis cerpen akhirnya adikku
tidur, aku pun akan shalat isya dan tidur, semoga aku juga bisa baca
Al-qur’an.amiiin
4
Masuk Kuliah
Hari
rabu tanggal 26 september 2018 aku masuk kuliah, pelajaran pertama jam 07.30 di
mulai, dan aku pun bisa mengikuti pelajaran Bahasa inggris dengan lancar dan
bisa maju tugas kelompok, tetapi aku agak ngantuk karena efek obat, aku
bergumam dalam hati
“ya tidak apa lah aku minum obat
karena untuk kesembuhan”
Beberapa
menit kemudian pelajaran pertama Bahasa inggris sudah usai tinggal dasar-dasar
menulis, sungguh aku sangat tidak enak badan, gelisah, perut sakit dan mata
ngantuk aku ingin pelajaran segera usai, Alhamdullilah aku dan teman-teman
mendapat 15 menit pulang lebih awal.
5
Pulang
Setelah
masuk kuliah aku pulang untuk mampir makan, aku makan dengan sayur welok dan
sebutir telor asin, tetapi sebelum makan jangan lupa berdo’a dan meminum obat
magh yang di berikan oleh dokter dan obatku sudah mulai habis, setelah makan
selesai aku pamit kepada kakak untuk pergi ke apotek untuk membeli obat
Antasida Doen dan ternyata alhamdullilah aku mendapat obat tersebut lalu aku
mampir sholat dzuhur di Masjid UMP setelah usai aku membaca surah Al-kahfi dan
tidak lupa dzikir dan mendoakan orang tua, dan kelancaran untukku.
“ya Alloh ampunilah dosa-dosaku dan
lancarkanlah urusan ku dan semoga aku dapat di wisuda tepat waktu amiiin.”
6
18 Maret 2019
Di
18 Maret ini aku bangun pagi, ya agak siang sih. Di 18 Maret ini aku bisa
menulis lagi Alhamdullilah aku sudah sehat, tetapi masih dalam masa pemulihan,
oke setelah bangun pagi aku sholat, makan, minum obat, dan jujur aja aku malah
gak mandi pagi. Niatnya sih aku di pagi ini aku pengen jogging di GOR Soesilo
Soedarman UNSOED tetapi aku sedang sakit flu, jadi santai-santai aja sih. Aku
belum aktif kuliah di 18 Maret ini dan di hari ini teman-temanku sedang UTS
“teman-teman UTS sedangkan aku masih
santai-santai aja huft”
Di
dalam hati aku bergumam, ya semoga di tahun 2020 aku bisa mengikuti kuliah lagi
dan kabar baik kakak ku akan tes wawancara di PT.KAI, semoga saja di terima.
Keseharianku lebih banyak ku habiskan di rumah tetapi setiap hari kamis dan
minggu aku latihan taekwondo.
7
Menjenguk Si Lisa
Di
pagi hari aku mampir ke HMPS untuk Wi-Fi, lalu bertemu Mas Sur katanya dia
ingin menjenguk Lisa dia lalu aku
bertanya.
“Mas Sur Si Lisa rawat di rumah
sakit atau di rumah”
“Di klinik, Claudy”
“ooohhh”
“Kamu mau ikut apa engga”
“engga, aku juga belum mandi, paling
kirim salam aja”
“ Iya Claudy”
Tapi
pada akhirnya aku pulang dari HMPS menuju ke rumah, ganti baju, ambil amplop
dan menuju ke Universitas Swasta lalu ke Kemranjen cari-cari klinik tapi malah
ketemunya ke Puskesmas 1 lalu aku bertanya pada petugas .
“Pak mau Tanya ruangan atas nama
Lisa ada?”
“Enggga ada mas”
Lalu
aku berniat pulang dan di kiri jalan terdapat tulisan KLINIK akhirnya aku masuk
ke klinik dan bertanya ruangan,
“Pak Mau Tanya ruangan atas nama
Lisa”
“Ohhh di ruangan A 2”
“Terimakasih”
Akhirnya
ketemu juga dan aku masuk ruangan, Alhamdullilah aku ketemu Lisa, Mas Sur, dan
teman-teman. Aku bercerrita, bercanda, bertanya dan bertemu ibunya Lisa. Pada
setelah Dzuhur aku pulang bersama Mas Sur, sebelum pulang Si Lisa berkata,
“Claudy kamu pulangnya ngikutin Mas
Sur Aja, nanti ketinggalan”
“Iya”
Tanpa
berjabat tanggan lalu aku berpamitan dan pulang bersama teman-teman dan Mas
Sur.
8
Rapat
Setelah
menjenguk Si Lisa, di malam hari aku rapat di HMPS sambil bercanda sama Mas
Zul, main beatbox, bukannya rapat malah bercanda hahahaha
9
Trip To Jogja
Pada
waktu itu jam 03:00 kami bernagkat ke Jogja dan akan menggunjungi 3 lokasi,
yang pertama gembira loka, disana saya bisa melihat berbagai binatang, seperti
gajah,ikan, burung,dll. Lalu temapat yang kedua adalah tebing Breksi disana
saya hanya duduk dan menikmati pemandangan setelah itu saya lapar dan mampir ke
warung. Dan tempat yang ke tiga adalah Malioboro disana kami memebeli jajan dan
saya juga membeli accessories berupa kalung.
10
Trip To Semarang
Pada
waktu itu aku pergi ke Semarang ke tempat Budhe Ku, Aku kesana naik Taxi
beserta Adik, Ayah.dari Purwokerto Aku tidak ada persiapan apapun Aku cuma
pakai kaos dan celana Jeans, tidur, dan dibangunkan oleh adikku. Aku berangkat
dan di perjalanan apa yang terjadi? Ibu dan Adikku muntah, jadi perjalaann di
hentikan sementara. Sampai di Semarang JL. MT. Haryono pada pagi hari kurang
lebih Pukul 06:00. Awalnya bingung untuk mencari rumah Budhe Ku, tetapi Ibu
telefon ke Budhe Ku akhrinya ketemu juga.
Sesampainya di sana, di JL.MT.Haryono, kampung Gutitan, aku bisa beristirahat dan ibu memasak bersama Budhe Ku, setelah menjelang siang kami pergi ke Kota Lama tapi Cuma lewat dan ke Lawang Sewu lalu ke Masjid Agung, setelah itu kami pulang.
Sesampainya di sana, di JL.MT.Haryono, kampung Gutitan, aku bisa beristirahat dan ibu memasak bersama Budhe Ku, setelah menjelang siang kami pergi ke Kota Lama tapi Cuma lewat dan ke Lawang Sewu lalu ke Masjid Agung, setelah itu kami pulang.
11
Ramadhan 1440H/2019M
Pada
bulan ramadahan tahun ini ada enaknya ada enggaknya, enaknya bisa makan enak di
masjid-masjid, bersama biasanya sama kakak tapi juga pernah sama ayah dan adik.
Enggga enkanya Aku bertengkar sama Kakak-Ku, pada waktu itu udaranya sangat
panas dan aku memakai dua double baju, dan kakaku berkomentar dengan berkata
kasar dan kotor seperti “gebleg” yang sangat menyakitkan hati, saat itu aku
akan meminum obat aku mengajak bergulat dengan Kakak-Ku dan akhirnya
pertengkaran pun terjadi, aku meminta untuk pergi dari rumah dan warga
berhamburan keluar, aku pun kembali menuju ke rumah dengan membawa batu untuk
aku lemparkan ke Kakak-Ku, tetapi tidak berhasil, setelah itu aku menuju ke
mushola bersama Bapak-Ku untuk sholat isya dan dilanjutkan shalat tarawih.
Setelah itu aku pergi ke sirau bersama Bapak-Ku agar tidak kembali menjadi
pertengkaran. Namanya juga hidup pasti ada masalah…..
12
Teringat Bonnie
Bonnie…
yaaa, aku menyebutnya karena aku teringat akan parasnya yang cantik dan ia
mempunyai bakat menyanyi dan tidak ketinggalan ia adalah wanita sholihah,
tetapi hubunganku dengan bonnie hanya sebatas teman dan sebenarnya aku
mencintainya tetapi hanya aku pendam dalam hati dan tidak aku ungkapkan. Aku
hanya memberinya sebuah buku pertamakku. Teman-temanku pasti tahu siapa itu
Bonnie karena tidak hanya aku juga yang suka tetapi, teman-temanku juga.
Pertemuanku dengannya di Madrasah Aliyah Negeri di Purwokerto, teman-temanku sering bercerita tentang bonnie
karena kencantikkannya tetapi aku pada awalnya belum pernah melihatnya sehingga
aku mengabaikan pembicaraan itu, dan beberapa hari aku bertemu seorang wanita
yang mungil, maksudkku tidak terlalu tinggi matanya menatapku sampai masuk ke
hati, sepatunya Nike, tasnya warna hijau, aku tahu karena aku sering
mengamatinya dan bertanya pada ketua kelasnya bahwa ia adalah Bonnie, ternyata
benar ia adalah Bonnie. Aku mulai tertarik… pada suatu waktu aku masuk ke
kelasnya untuk mengetahuinya lebih jauh tidak untuk pacaran, di sekelilingku
banyak teman-teamanku dan aku diminta nyanyi karena bonnie suka nyanyi, aku pun
bernyayi Dear God judul lagu milik Avenged Sevenfold, itu lagu yang
sedikit aku hafal
“A lonely road cross another cold state line miles away from
those I love purpose hard to find oh yeahhh, dear god……. Some search never body
the way….”
Dia berkata “diweih
apa kieh” yang artinya dikasih apa nih
Lalu
ia memberi secarik kertas yang berisikan nomor HP, aku cek ternyata bukan nomer
HPnya. Lalu pada akhirnya aku mempunyai nomor HPnya karena aku diberi tahu oleh
temankku. Aku sering SMS bonnie tetapi ia tidak pernah membalas. Tetapi waktu
hari jum’at Bonnie senyum padakku tepat di pintu kelas. selang beberapa lama
aku memberikan buku karya Raditya Dika
“Koala Kumal” agar kita bertukar pikiran. Ia berterimakasih melalui ponsel.
“Makasih
ya” pesan teks di Ponsel
“ iya sama-sama” aku menjawab.
Tetapi
pada akhirnya apa yang membuat kita berpisah…… Bonnie Aku mencintaimu,, kita
sekarang berada di Universitas berbeda, semoga bisa jumpa lagi menjadi sepasang
kekasih atau menjadi saudara, Allah yang menentukan jodoh, kita hanya bisa
merencanakan. ditulis Jum’at 31 Mei 2019. Bonnie aku teringat tentangmu karena
kau sudah ada dalam hidupku, yang membuat pertama kali aku mengetahui apa itu
yang dinamakan cinta, ada pahitnya ada manisnya, banyak orang berkata cinta
tidak harus saling memilikki. Aku mencoba setia tapi apakah kita bisa? Kita
hanya sebatas teman biasa, semoga kita bisa sukses dunia dan akhirat itu yang
terpenting.
Komentar
Posting Komentar