- OLEH ASEP SAPA'AT
Apa yang bisa dimaknai dari kata hebat? Banyak. Hebat bisa bermakna kejayaan, kesuksesan, kekayaan, kecerdasan, dan segala sesuatu yang bersifat luar bisa. Lantas, siapa itu guru hebat?
Imam Syafi'i berkata, kehebatan seseorang terdapat pada tiga perkara.
Pertama, kemampuan menyembunyikan kemelaratan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta. Melarat bukanlah cita-cita hidup. Jika pun hal itu menimpa guru, itulah ujian hidup. Mampukah seorang guru tegar menjalani hidup tanpa mempertontonkan kemelaratan hidupnya?
Sebaik-baik guru, dia adalah sosok yang ikhlas hidup kekurangan materi sambil terus berikhtiar memperbaiki keadaan. karena malu kepada Allah SWT, meski disesaki kesengsaraan, guru hebat akan tetap menjaga diri agar perutnya tak diisi barang haram atau diperoleh dengan jalan haram. Pikirannya pun tetap jernih dan tak tergoda mencari jalan pintas agar cepat keluar dari kemelut hidup.
Sebaik-baik guru, dia adalah sosok yang ikhlas hidup kekurangan materi sambil terus berikhtiar memperbaiki keadaan. karena malu kepada Allah SWT, meski disesaki kesengsaraan, guru hebat akan tetap menjaga diri agar perutnya tak diisi barang haram atau diperoleh dengan jalan haram. Pikirannya pun tetap jernih dan tak tergoda mencari jalan pintas agar cepat keluar dari kemelut hidup.
Rasullulah SAW bersabda, "Rasa malu kepada Allah yang sebenarnya adalah kalian harus menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya, menjaga perut dan apa yang menjadi isinya, serta senantiasa ingat kepada mati dan kebinasaan. Barang siapa yang menghendaki akhirat, ia lebih mengutamakan akhirat daripada dunia. Barang siapa berbuat seperti itu, berarti ia benar-benar malu kepada Allah" (HR Tirmidzi).
Kedua, guru hebat mampu menyembunyikan kemarahan. Rasullulah SAW bersabda : "Orang yang kuat bukanlah orang yang menang bergulat. Namun orang kuat itu ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika sedang marah" (HR. Bukhari) Guru boleh marah. Tetapi jangan sampai tiada hari tanpa marah. Mampu menahan diri saat marah bisa memantik kebaikan. Jika pun harus marah, guru paham sekali, untuk tujuan apa dia marah dan kapan saat yang tepat untuk marah.
Kedua, guru hebat mampu menyembunyikan kemarahan. Rasullulah SAW bersabda : "Orang yang kuat bukanlah orang yang menang bergulat. Namun orang kuat itu ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika sedang marah" (HR. Bukhari) Guru boleh marah. Tetapi jangan sampai tiada hari tanpa marah. Mampu menahan diri saat marah bisa memantik kebaikan. Jika pun harus marah, guru paham sekali, untuk tujuan apa dia marah dan kapan saat yang tepat untuk marah.
Ketiga, kemampuan guru untuk menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang. Guru yang pandai menyembunyikan kesulitan hidupnya karena karena tak ingin timbulkan kesusahan pada orang lain. Ketabahan menjadi prinsip hidup yang di pegang teguh. Pantang pamer kesusahan agar ditolong orang lain.
Rasullulah SAW bersabda, " Barang siapa berusaha menabahkan diri, Allah akan menjadikanya tabah. Tiada karunia dilimpahkan kepada seseorang yang lebih luas dibandingkan ketabahan" (HR. Bukhari)
Kesengsaraan, kemarahan, dan kesusahan adalah ujian hidup bagi setiap guru. Mengelola ujian hidup menjadi kebaikan adalah proses pendewasaan yang sesungguhnya. Karena bisa jadi, Allah SWT sedang menyiapkan jalan kemuliaan seorang guru lewat episode yang rumit, bukan lewat kejayaan yang kerap melupakan visi hidup tertinggi seorang guru. Untuk apa menjadi guru? Jawabanya investasi untuk kehidupan akhirat nanti "wallahu a'lam bishawab"
Ditulis ulang oleh: Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa
Kesengsaraan, kemarahan, dan kesusahan adalah ujian hidup bagi setiap guru. Mengelola ujian hidup menjadi kebaikan adalah proses pendewasaan yang sesungguhnya. Karena bisa jadi, Allah SWT sedang menyiapkan jalan kemuliaan seorang guru lewat episode yang rumit, bukan lewat kejayaan yang kerap melupakan visi hidup tertinggi seorang guru. Untuk apa menjadi guru? Jawabanya investasi untuk kehidupan akhirat nanti "wallahu a'lam bishawab"
Ditulis ulang oleh: Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa
BLOG INI ANTI PLAGIAT!!!
Komentar
Posting Komentar