Sikap Sukses
"Saya percaya kesuksesan dimulai dari sikap: kita harus yakin bahwa kita akan berhasil."
(donald Trump)
"Saya percaya kesuksesan dimulai dari sikap: kita harus yakin bahwa kita akan berhasil."
(donald Trump)
Apakah anda mengetahui betapa besar kekuatan pikiran itu? Ya, pikiran kita dapat menentukan berbagai hal dalam hidup ini. Pikiran-pikiran yang lahir dari otak kita mengendalikan dan menentukan hampir semua yang terjadi pada diri kita. pikiran kita dapat menaikkan atau menurunkan detak jantung, dapat meningkatkan atau mempengaruhi sistem pencernaan, mengubah komposisi kimia darah, dan membantu kita tidur nyenyak atau membuat kita tidak bisa tidur semalaman. pikiran dapat membuat kita siaga dan waspada sekaligus terganggu dan tertekan. pikiran dapat membuka kita merasa tenang sekaligus bisa membuat kita menjadi pemberani, juga bisa membuat kita menjadi seorang pengecut dan pecundang.
pikiran dapat membuat kita menjadi sukses atau menjadikan kita orang yang selalu gagal. singkatnya, pikiran membawa dampak besar dan menentukan akan menjadi apa kita nantinya.
Pikiran-pikiran mendorong terbentuknya berbagai imaji dan gambaran diri kita, termasuk berbagai emosi yang menyertainya. Jika kita befikiran negatif, minder, tidak percaya diri, maka yang terlihat di mata orang lain kita akan benar-benar terlihat seperti itu adanya, dengan gerak-gerik yang di hasilkan bersumber dari gambaran diri yang negatif tadi.
Intinya, segala yang kita percayai dengan penuh keyakinan, akan menjadi keyataan. Apa pun yang kita percayai tentang diri kita, secara nyata akan begitulah kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan.
Jika saat ini kita merasakan sering menghujat diri sendiri, memandang rendah diri, minder, tidak percaya diri, maka sudah saatnya kita harus mengubah konsep diri tersebut. Kita harus mengubah apa yang telah kita percayai tentang diri kita secara negatif tadi.
Seperti kata Donald Trump, kesuksesan dimulai dari sikap. Oleh karenanya, untuk bisa sukses kita harus memiliki keyakinan akan sukses.
Saat membayangkan diri sendiri, sebenarnya kita sedang mengirimkan sebentuk pesan tertentu pada alam bawah sadar. Alam bawah sadar kemudian akan meneima pesan ini sebagai layaknya satu perintah, dan kemudian akan mengoordinasikannya dengan pikiran, kata-kata, dan tindakan-tindakan kita. Sehingga pikiran, kata-kata, dan tindakan-tindakan itu akan sejalan dengan pola yang konsisten dengan gambaran yang telah kita ciptakan.
Menurut Dr. Ibrahim Elfiky, seorang motivator kesohor dunia, segala sesuatu yang ada di semesta ini dimulai dari pikiran, menjadi kemungkinan, menjadi tujuan, melahirkan perbuatan, dan menjadi kenyataan. Jika diibaratkan petani bisa menentukan hasil yang diinginkan dengan memilih benih yang akan di semai, kemudian menyirami dan merawatnya sampai mendapatkan hasil. Jika menginginkan buah aggur maka yang harus disemai benih anggur, Jika menginginkan buah ketimun, wortel, atau kacang, maka yang harus disemai adalah benih yang sesuai keinginan.
Bagaimana kita bisa mengharapkan menikmati buah stroberi jika benih yang kita tanam adalah wortel? Bagaimana kita bisa menikmati manisnya duian bila benih yang kita tanam adalah belimbing? Begitulah analaogi dari pentingnya sikap sukses dalam menggapai keberhasilan. Jika menginginkan buah kesuksesan, maka yang harus disemai tentu benih sukses, pikiran sukses, sikap sukses.
ketidak percayaan diri, enggan berpikir besar, dan takut mengambil risiko adalah benih-benih salah yang kita semai dalam pikiran. Hasil Kesuksesan jelas tidak akan tercapai, karena dari awal kita telah salah memilih benih.
ketika memutuskan untuk memilih pikiran tertentu, negatif atau positif, seseorang akan meletakkan pikiran tersebut di otaknya. Di sini akal akan mengidentifikasi dan menganalisis dari segala sisi. setelah itu, ia akan memberinya wilayah dan makna berdasarkan informasi sejenis yang ada di gudang memori. Akal akan membandingkannya dengan pikiran sejenis yang ada. Akal memberinya alasan dan makna yang dibangun berdasarkan berbagai informasi serupa yang telah ada.
Terakhir akan mencarikan berbagai data pendukung pikiran yang ada dalam memori hingga pikiran benar-benar menancap dalam hatinya. Dengan demikian, pikiran itu telah direalisasikan. Pikiran menciptakan perhatian, konsentrasi, perasaan, serta tindakan dan akibatnya.
Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memilih pikiran. Bisa jadi pikiran itu akan membuat kita berpikir, berkonsentrasi, merasakan, dan bertindak hingga menghasilkan sesuatu yang tidak kita inginkan. Bukan mendatangkan manfaat malah menimbulkan masalah bagi kita.
Jika ingin sukses maka pilihlah pikiran sukses, keyakinan sukses, bukannya pikiran negatif penuh keragu-raguan.
Sebuah kalimat bijak dari filsafat india Kuno, "Hari ini, Anda tergantung pada pikiran yang datang saat ini. Besok, Anda ditentukan oleh ke mana pikiran membawa anda." Begitulah kenyataannya. Perasaan dan perbuatan pasti dimulai dari pikiran. Pikiranlah yang menjadi pendorong setiap perbuatan dan dampaknya. Pikiranlah yang menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian, dan rasa percaya diri.
Ketegaran dan Pantang Menyerah
"Masalah selalu muncul. Bersiaplah menghadapi masalah. ketegaran memungkinkan anda mengatasi masalah tanpa menjadi letih atau bersikap negatif."
(Donald Trump)
Melalui buku Peta Jalan Menuju Sukses, John C. Maxwell mengatakan bahwa suskses merupakan suatu perjalanan, bukan tujuan. Dalam perjalanan itu, masalah pasti akan selalu ada, kesalahan dan kegagalan kerap menjadi pengalaman biasa.
Terkait dengan kegagalan, John juga mengatakan bahwa dirinya dalam rangka mencapai kesuksesan telah banyak membuat kesalahan dan mengalami banyak kesalahan dan mengalami banyak kegagalan .Jumlah kegagalan dan kesalahan yang ia lakukan mungkin lebih dari orang biasa pada umumnya ,dan ia juga mengalami lebih banyak sukses dari mereka .
Saat kegagalan-kegagalan terjadi ,yang dilakukan John adalah berkaca didepan cermin sambil memperingatkan dirinya sendiri dengan kata-kata ,"Hey ,kamu membuat kesalahan besar .Bila kamu tidak mau terus membuat kesalahan yang sama ,kamu harus berbuat sesuatu " .
Selanjutnya John terus memikirkan strategi-strategi baru dan mencobanya hingga akhirnya ia dapat berhasil .
Apa yang diungkap John C.maxwell dalam mengatasi kegagalan dan kesalahan adalah sikap yang pantang menyerah .Ia senantiasa memotivasi dirinya sendiri untuk terus maju dan melangkah ,
" Saya tidak bisa membuat daftar kegagalan ,tetapi saya bisa menyatakan pada anda dengan pasti bahwa daftar kegagalan itu akan terus bertambah panjang.
Masalahnya, bukan apakah saya akan terus gagal. Sebaliknya, ketika saya gagal, saya harus memutuskan apakah saya akan terus berusaha atau berhenti."
B.C Forbes mengatakan, "sejarah telah memperlihatkan bahwa pemenang yang paling terkenal biasanya menemui halangan berat sebelum mereka menang. Akhirnya, mereka menang karena menolak untuk dikalahkan oleh kekalahan mereka."
Sebagai manusia, wajar jika sesekali kita mengeluh dengan keadaan yang tidak sesuai keinginan. Tetapi, menjadi tidak wajar rasanya jika setiap kali kita menemui kesulitan selalu mengeluh. Apakah dengan mengeluh dapat menghilangkan masalah? Tentu tidak. Sebenarnya, dengan atau tanpa mengeluh apa yang di hadapi tetap harus dihadapi. Jadi, kesabaran dengan terus berusaha adalah pilihan yang paling tepat bagi kita.
Sungguh tepat apa yang dikatakan Donald Trump, "Masalah selalu muncul. Bersiaplah menghadapi masalah. Ketegaran memungkinkan Anda mengatasi masalah tanpa menjadi letih atau bersikap negatif."
Ketika kita masih kecil, berbagai rintangan, kesalahan dan kegagalan selalu dapat kita hadapi dengan ketegaran dan sikap pantang menyerah. Meski terjatuh ratusan kali, meski kegagalan tidak terhitung terjadi, kita tidak menyerah untuk terus belajar. kita terus semangat mencoba dan mencoba lagi.
Dalam banyak hal, kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu selalu memotivasi diri kita sendiri untuk terus bersemangat dan pantang menyerah menghadapi kegagalan demi kegagalan. Kita harus percaya pada diri kita, yakinkan pada hati kita bahwa kita pasti bisa, bisa menaklukkan semua rintangan dalam meraih kesuksesan.
Suatu saat, mungkin saja terbesit ragu-ragu dalam diri kita akan sesuatu yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya, dalam banyak kasus rasa berat itu justru diri kita sendirilah yang menciptakannya. Bilamana kita berani memulainya, kita mendapati bahwa apa yang kita anggap berat dan tidak mungkin dikerjakan ternyata mampu kita selesaikan dengan baik.
Sebuah ilustrasi menarik tentang ini patut kita simak berikut ini :
Konon, pada awal pembuatan jam, pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"
Mendengar pertanyaan pembuatnya, jam terlihat kaget dan merasa berat, "sebanyak itu? Mana mungkin aku sanggup?" jawabnya.
"Oke, bagaimana kalau kamu berdetak saja 86,400 kali dalam sehari?"
"Aku masih tidak yakin mampu melakukannya,"
"Kalau begitu, bagaimana kalau kamu berdetak 3.600 kali dalam satu jam?
"itu masih jumlah yang sangat banyak bagiku, tettap saja aku tidak sanggup,"
"Baiklah, sekarang bagaimana kalau kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Wah, kalau hanya berdetak satu kali dalam satu detik pasti aku sanggup. Baiklah, akan aku lakukan,"
Singkat cerita, jam akhirnya menyanggupi untuk berdetak satu kali setiap detik. Dan, jika dihitung-hitung maka jam tersebut akan berdetak sebanyak 31,104,000 kali selama setahun. Jumlah ini sama dengan tawaran pembuat jam di awal percakapan antara jam dan pembuat jam.
Di cerita di atas kita dapat simpulkan bahwa, perasaan berat dalam menghadapi sesuatu sebenarnya berawal dari pikiran kita sendiri. Berpikir menyelesaikan 50 halaman untuk menulis naskah dalam seminggu mungkin akan terasa berat, tetapi jika berpikir menulis 7 halaman dalam sehari tentu terasa lebih ringan.
Begitulah, seringkali orang-orang yang mudah menyerah adalah mereka yang tidak pandai mengukur kemampuan dirinya sendiri. sekali-kali kita tidak boleh meremehkan kemampuan diri kita, kita telah dibekali keistimewaan akal, kemampuan fisik, dan kesehatan oleh Tuhan, dan semua itu merupakan modal yang besar untuk melakukan sesuatu yang besar pula.
Ketika Anda gagal, jangan izinkan kegagalan mengecilkan hati Anda, petik yang terbaik dari peristiwa itu dan berdiri di atas kaki Anda. Belajarlah dari kesalahan Anda, lalu kembali ke permainan. Pandanglah kesalahan Anda seperti Henry Ford. Ia berkata,
"Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi dengan cara yang lebih cerdik."
SEKIAN.....
Di ambil dari buku KOBIS (komunitas Bisnis)
Penulis : Ganjar Tri Haryono. (pengusaha muda & motivator muda)
Di poskan / dipublikasikan / ditulis ulang oleh : Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa.
BLOG INI ANTI PELAGIAT!!
pikiran dapat membuat kita menjadi sukses atau menjadikan kita orang yang selalu gagal. singkatnya, pikiran membawa dampak besar dan menentukan akan menjadi apa kita nantinya.
Pikiran-pikiran mendorong terbentuknya berbagai imaji dan gambaran diri kita, termasuk berbagai emosi yang menyertainya. Jika kita befikiran negatif, minder, tidak percaya diri, maka yang terlihat di mata orang lain kita akan benar-benar terlihat seperti itu adanya, dengan gerak-gerik yang di hasilkan bersumber dari gambaran diri yang negatif tadi.
Intinya, segala yang kita percayai dengan penuh keyakinan, akan menjadi keyataan. Apa pun yang kita percayai tentang diri kita, secara nyata akan begitulah kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan.
Jika saat ini kita merasakan sering menghujat diri sendiri, memandang rendah diri, minder, tidak percaya diri, maka sudah saatnya kita harus mengubah konsep diri tersebut. Kita harus mengubah apa yang telah kita percayai tentang diri kita secara negatif tadi.
Seperti kata Donald Trump, kesuksesan dimulai dari sikap. Oleh karenanya, untuk bisa sukses kita harus memiliki keyakinan akan sukses.
Saat membayangkan diri sendiri, sebenarnya kita sedang mengirimkan sebentuk pesan tertentu pada alam bawah sadar. Alam bawah sadar kemudian akan meneima pesan ini sebagai layaknya satu perintah, dan kemudian akan mengoordinasikannya dengan pikiran, kata-kata, dan tindakan-tindakan kita. Sehingga pikiran, kata-kata, dan tindakan-tindakan itu akan sejalan dengan pola yang konsisten dengan gambaran yang telah kita ciptakan.
Menurut Dr. Ibrahim Elfiky, seorang motivator kesohor dunia, segala sesuatu yang ada di semesta ini dimulai dari pikiran, menjadi kemungkinan, menjadi tujuan, melahirkan perbuatan, dan menjadi kenyataan. Jika diibaratkan petani bisa menentukan hasil yang diinginkan dengan memilih benih yang akan di semai, kemudian menyirami dan merawatnya sampai mendapatkan hasil. Jika menginginkan buah aggur maka yang harus disemai benih anggur, Jika menginginkan buah ketimun, wortel, atau kacang, maka yang harus disemai adalah benih yang sesuai keinginan.
Bagaimana kita bisa mengharapkan menikmati buah stroberi jika benih yang kita tanam adalah wortel? Bagaimana kita bisa menikmati manisnya duian bila benih yang kita tanam adalah belimbing? Begitulah analaogi dari pentingnya sikap sukses dalam menggapai keberhasilan. Jika menginginkan buah kesuksesan, maka yang harus disemai tentu benih sukses, pikiran sukses, sikap sukses.
ketidak percayaan diri, enggan berpikir besar, dan takut mengambil risiko adalah benih-benih salah yang kita semai dalam pikiran. Hasil Kesuksesan jelas tidak akan tercapai, karena dari awal kita telah salah memilih benih.
ketika memutuskan untuk memilih pikiran tertentu, negatif atau positif, seseorang akan meletakkan pikiran tersebut di otaknya. Di sini akal akan mengidentifikasi dan menganalisis dari segala sisi. setelah itu, ia akan memberinya wilayah dan makna berdasarkan informasi sejenis yang ada di gudang memori. Akal akan membandingkannya dengan pikiran sejenis yang ada. Akal memberinya alasan dan makna yang dibangun berdasarkan berbagai informasi serupa yang telah ada.
Terakhir akan mencarikan berbagai data pendukung pikiran yang ada dalam memori hingga pikiran benar-benar menancap dalam hatinya. Dengan demikian, pikiran itu telah direalisasikan. Pikiran menciptakan perhatian, konsentrasi, perasaan, serta tindakan dan akibatnya.
Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memilih pikiran. Bisa jadi pikiran itu akan membuat kita berpikir, berkonsentrasi, merasakan, dan bertindak hingga menghasilkan sesuatu yang tidak kita inginkan. Bukan mendatangkan manfaat malah menimbulkan masalah bagi kita.
Jika ingin sukses maka pilihlah pikiran sukses, keyakinan sukses, bukannya pikiran negatif penuh keragu-raguan.
Sebuah kalimat bijak dari filsafat india Kuno, "Hari ini, Anda tergantung pada pikiran yang datang saat ini. Besok, Anda ditentukan oleh ke mana pikiran membawa anda." Begitulah kenyataannya. Perasaan dan perbuatan pasti dimulai dari pikiran. Pikiranlah yang menjadi pendorong setiap perbuatan dan dampaknya. Pikiranlah yang menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian, dan rasa percaya diri.
Ketegaran dan Pantang Menyerah
"Masalah selalu muncul. Bersiaplah menghadapi masalah. ketegaran memungkinkan anda mengatasi masalah tanpa menjadi letih atau bersikap negatif."
(Donald Trump)
Melalui buku Peta Jalan Menuju Sukses, John C. Maxwell mengatakan bahwa suskses merupakan suatu perjalanan, bukan tujuan. Dalam perjalanan itu, masalah pasti akan selalu ada, kesalahan dan kegagalan kerap menjadi pengalaman biasa.
Terkait dengan kegagalan, John juga mengatakan bahwa dirinya dalam rangka mencapai kesuksesan telah banyak membuat kesalahan dan mengalami banyak kesalahan dan mengalami banyak kegagalan .Jumlah kegagalan dan kesalahan yang ia lakukan mungkin lebih dari orang biasa pada umumnya ,dan ia juga mengalami lebih banyak sukses dari mereka .
Saat kegagalan-kegagalan terjadi ,yang dilakukan John adalah berkaca didepan cermin sambil memperingatkan dirinya sendiri dengan kata-kata ,"Hey ,kamu membuat kesalahan besar .Bila kamu tidak mau terus membuat kesalahan yang sama ,kamu harus berbuat sesuatu " .
Selanjutnya John terus memikirkan strategi-strategi baru dan mencobanya hingga akhirnya ia dapat berhasil .
Apa yang diungkap John C.maxwell dalam mengatasi kegagalan dan kesalahan adalah sikap yang pantang menyerah .Ia senantiasa memotivasi dirinya sendiri untuk terus maju dan melangkah ,
" Saya tidak bisa membuat daftar kegagalan ,tetapi saya bisa menyatakan pada anda dengan pasti bahwa daftar kegagalan itu akan terus bertambah panjang.
Masalahnya, bukan apakah saya akan terus gagal. Sebaliknya, ketika saya gagal, saya harus memutuskan apakah saya akan terus berusaha atau berhenti."
B.C Forbes mengatakan, "sejarah telah memperlihatkan bahwa pemenang yang paling terkenal biasanya menemui halangan berat sebelum mereka menang. Akhirnya, mereka menang karena menolak untuk dikalahkan oleh kekalahan mereka."
Sebagai manusia, wajar jika sesekali kita mengeluh dengan keadaan yang tidak sesuai keinginan. Tetapi, menjadi tidak wajar rasanya jika setiap kali kita menemui kesulitan selalu mengeluh. Apakah dengan mengeluh dapat menghilangkan masalah? Tentu tidak. Sebenarnya, dengan atau tanpa mengeluh apa yang di hadapi tetap harus dihadapi. Jadi, kesabaran dengan terus berusaha adalah pilihan yang paling tepat bagi kita.
Sungguh tepat apa yang dikatakan Donald Trump, "Masalah selalu muncul. Bersiaplah menghadapi masalah. Ketegaran memungkinkan Anda mengatasi masalah tanpa menjadi letih atau bersikap negatif."
Ketika kita masih kecil, berbagai rintangan, kesalahan dan kegagalan selalu dapat kita hadapi dengan ketegaran dan sikap pantang menyerah. Meski terjatuh ratusan kali, meski kegagalan tidak terhitung terjadi, kita tidak menyerah untuk terus belajar. kita terus semangat mencoba dan mencoba lagi.
Dalam banyak hal, kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu selalu memotivasi diri kita sendiri untuk terus bersemangat dan pantang menyerah menghadapi kegagalan demi kegagalan. Kita harus percaya pada diri kita, yakinkan pada hati kita bahwa kita pasti bisa, bisa menaklukkan semua rintangan dalam meraih kesuksesan.
Suatu saat, mungkin saja terbesit ragu-ragu dalam diri kita akan sesuatu yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya, dalam banyak kasus rasa berat itu justru diri kita sendirilah yang menciptakannya. Bilamana kita berani memulainya, kita mendapati bahwa apa yang kita anggap berat dan tidak mungkin dikerjakan ternyata mampu kita selesaikan dengan baik.
Sebuah ilustrasi menarik tentang ini patut kita simak berikut ini :
Konon, pada awal pembuatan jam, pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"
Mendengar pertanyaan pembuatnya, jam terlihat kaget dan merasa berat, "sebanyak itu? Mana mungkin aku sanggup?" jawabnya.
"Oke, bagaimana kalau kamu berdetak saja 86,400 kali dalam sehari?"
"Aku masih tidak yakin mampu melakukannya,"
"Kalau begitu, bagaimana kalau kamu berdetak 3.600 kali dalam satu jam?
"itu masih jumlah yang sangat banyak bagiku, tettap saja aku tidak sanggup,"
"Baiklah, sekarang bagaimana kalau kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Wah, kalau hanya berdetak satu kali dalam satu detik pasti aku sanggup. Baiklah, akan aku lakukan,"
Singkat cerita, jam akhirnya menyanggupi untuk berdetak satu kali setiap detik. Dan, jika dihitung-hitung maka jam tersebut akan berdetak sebanyak 31,104,000 kali selama setahun. Jumlah ini sama dengan tawaran pembuat jam di awal percakapan antara jam dan pembuat jam.
Di cerita di atas kita dapat simpulkan bahwa, perasaan berat dalam menghadapi sesuatu sebenarnya berawal dari pikiran kita sendiri. Berpikir menyelesaikan 50 halaman untuk menulis naskah dalam seminggu mungkin akan terasa berat, tetapi jika berpikir menulis 7 halaman dalam sehari tentu terasa lebih ringan.
Begitulah, seringkali orang-orang yang mudah menyerah adalah mereka yang tidak pandai mengukur kemampuan dirinya sendiri. sekali-kali kita tidak boleh meremehkan kemampuan diri kita, kita telah dibekali keistimewaan akal, kemampuan fisik, dan kesehatan oleh Tuhan, dan semua itu merupakan modal yang besar untuk melakukan sesuatu yang besar pula.
Ketika Anda gagal, jangan izinkan kegagalan mengecilkan hati Anda, petik yang terbaik dari peristiwa itu dan berdiri di atas kaki Anda. Belajarlah dari kesalahan Anda, lalu kembali ke permainan. Pandanglah kesalahan Anda seperti Henry Ford. Ia berkata,
"Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi dengan cara yang lebih cerdik."
SEKIAN.....
Di ambil dari buku KOBIS (komunitas Bisnis)
Penulis : Ganjar Tri Haryono. (pengusaha muda & motivator muda)
Di poskan / dipublikasikan / ditulis ulang oleh : Muhammad Husain Nur Faiz Assyifa.
BLOG INI ANTI PELAGIAT!!

Komentar
Posting Komentar